Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Saham Cerebras Meledak Saat IPO, Valuasi Tembus Rp1.600 Triliun

JUMAT, 15 MEI 2026 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan chip kecerdasan buatan (AI) Cerebras Systems mencuri perhatian pasar saham Amerika Serikat (AS)  setelah debut perdananya di bursa Nasdaq pada Kamis, 14 Mei 2026, di mana sahamnya melonjak 68 persen.

Dikutip dari CNBC International, harga saham Cerebras dibuka di level 350 Dolar AS per lembar, jauh di atas harga IPO sebesar 185 Dolar AS. Saham sempat menyentuh 386 Dolar AS sebelum akhirnya ditutup di 311,07 Dolar AS. Kenaikan tersebut membuat valuasi perusahaan menembus sekitar 95 miliar Dolar AS atau setara lebih dari Rp1.600 triliun.

IPO ini menjadi salah satu penawaran saham teknologi terbesar di AS dalam beberapa tahun terakhir. Cerebras menjual 30 juta saham dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 5,55 miliar Dolar AS. Jika opsi tambahan saham digunakan seluruhnya oleh penjamin emisi, total dana yang diraih bisa mencapai 6,38 miliar Dolar AS.


Didirikan pada tahun 2016, Cerebras dikenal sebagai perusahaan pembuat chip AI berperforma tinggi yang bersaing langsung dengan NVIDIA. Perusahaan mengklaim chip buatannya memiliki kecepatan dan efisiensi lebih tinggi dibanding GPU tradisional milik Nvidia karena menggunakan arsitektur yang berbeda.

Lonjakan saham Cerebras terjadi di tengah besarnya antusiasme pasar terhadap sektor AI. Permintaan terhadap infrastruktur AI meningkat tajam seiring berkembangnya teknologi agen AI yang mampu menjalankan tugas secara otomatis. Tren ini ikut mendorong kenaikan saham perusahaan semikonduktor besar sepanjang tahun 2026.

Tidak hanya fokus menjual perangkat keras, Cerebras kini mulai mengembangkan bisnis layanan cloud AI. Langkah ini membuat mereka mulai bersaing dengan raksasa teknologi seperti Amazon Web Services, Microsoft, Google, Oracle, dan CoreWeave.

Awal tahun ini, Cerebras mengumumkan kerja sama cloud AI dengan OpenAI senilai lebih dari 20 miliar Dolar AS hingga tahun 2028. Pada Maret lalu, AWS juga mengumumkan akan menggunakan chip Cerebras di pusat datanya agar pengembang dapat menjalankan model AI lebih cepat.

Pendapatan Cerebras sendiri naik 76 persen pada tahun lalu menjadi 510 juta Dolar AS. Perusahaan juga berhasil membukukan laba bersih US$88 juta setelah sebelumnya mengalami kerugian lebih dari 481 juta Dolar AS.

Meski begitu, perjalanan Cerebras menuju bursa saham tidak berjalan mulus. Pada 2024, perusahaan sempat mengajukan IPO namun kemudian menariknya kembali setelah mendapat sorotan terkait ketergantungan besar pada pelanggan dari Uni Emirat Arab, yaitu G42 yang didukung Microsoft.

Dalam prospektus terbaru, kontribusi pendapatan dari G42 turun menjadi 24 persen, jauh lebih rendah dibanding 85 persen pada tahun sebelumnya. Namun, Universitas Kecerdasan Buatan Mohamed bin Zayed di UEA masih menjadi pelanggan besar dengan kontribusi sekitar 62 persen pendapatan perusahaan.

CEO Cerebras, Andrew Feldman, mengatakan pasar AI memang didominasi sejumlah pelanggan besar. Ia juga menjelaskan bahwa Cerebras bekerja sama dengan universitas di UEA untuk melatih model AI berbahasa Inggris dan Arab.

IPO Cerebras dipimpin oleh Morgan Stanley, Citigroup, Barclays, dan UBS.

Keberhasilan IPO ini diperkirakan akan membuka jalan bagi gelombang perusahaan AI lain untuk masuk ke pasar saham. Beberapa nama besar yang disebut berpotensi melantai di bursa dalam waktu dekat antara lain xAI, Anthropic, hingga OpenAI.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya