Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Masih Bertahan di Level 105 Dolar AS

JUMAT, 15 MEI 2026 | 08:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia masih bertahan di sekitar 100 Dolar AS per barel di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi di Timur Tengah dan keamanan jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.

Dikutip dari CNBC International, Jumat 15 Mei 2026, pada perdagangan Kamis, harga minyak bergerak tipis namun tetap berada di level tinggi. Minyak mentah Brent untuk kontrak Juli naik 9 sen dan ditutup di 105,72 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak Juni juga naik 9 sen menjadi 101,17 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga ini dipicu pernyataan Gedung Putih yang menyebut Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi menjaga kelancaran distribusi energi dunia.


Pasar minyak saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak global, sehingga ancaman gangguan pasokan langsung memengaruhi harga energi dunia.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau OPEC dalam laporan terbarunya memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 menjadi sekitar 1,2 juta barel per hari, turun dari estimasi sebelumnya sebesar 1,4 juta barel per hari.

OPEC juga melaporkan produksi minyak mereka turun 1,7 juta barel per hari pada April. Sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, produksi kartel tersebut telah merosot lebih dari 30 persen atau sekitar 9,7 juta barel per hari.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa gangguan pasokan dari kawasan Teluk, terutama Selat Hormuz, mulai menguras cadangan minyak global dengan sangat cepat.

IEA mencatat lebih dari 14 juta barel per hari pasokan minyak kini terganggu. Secara keseluruhan, kehilangan pasokan dari negara-negara Teluk disebut telah melampaui satu miliar barel.

Menurut analis ING, harga bahan bakar diperkirakan masih akan tetap tinggi selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum mereda. Risiko penutupan Selat Hormuz dan potensi kerusakan infrastruktur minyak serta gas dinilai menjadi faktor utama yang terus menekan pasar energi global.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya