Berita

Pertemuan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dengan Anggota DPD di Ruang Rapat Yudistira, Gedung Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Mei 2026. (Foto: Humas DPD)

Politik

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

KAMIS, 14 MEI 2026 | 05:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peningkatan eskalasi kekerasan di Tanah Papua kembali menjadi perhatian DPD RI. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai dengan Menteri Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago di Ruang Rapat Yudistira, Gedung Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Yorrys bersama Anggota DPD RI Dapil Papua Barat, Filep Wamafma, Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Lis Tabuni, dan Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Timur, Andi Sofyan Hasdam, menyampaikan perkembangan terkini situasi kehidupan masyarakat di Tanah Papua. 

Menurutnya, kondisi keamanan yang sedang tidak stabil membuat ribuan masyarakat mengungsi dan kehilangan harapan untuk hidup di daerahnya sendiri.


“Akibat situasi keamanan yang mencekam, masyarakat kehilangan rasa aman dan nyaman untuk bekerja mencari nafkah, anak-anak pun dirundung ketakutan untuk menjalani proses belajar-mengajar,” ujar Yorrys.

Ia menambahkan, beberapa wilayah, khususnya di pegunungan, konflik bersenjata antara aparat TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berdampak buruk bagi tatanan kehidupan masyarakat. 

“Ribuan masyarakat mengungsi dari kampung halamannya, berharap kehidupan yang layak di wilayah-wilayah sekitarnya. Namun, hingga saat ini, pemerintah terkesan abai memperhatikan nasib mereka. Mereka hidup tidak terurus dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru di wilayah pengungsian,” tegas Yorrys.

Sementara itu, Filep Wamafma turut menyampaikan kegelisahannya terkait dengan penolakan masyarakat terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua. 

Menurutnya, pemerintah harus mengambil sikap yang jelas dan tegas dalam merespons penolakan masyarakat. Apalagi penolakan ini banyak dilatari oleh keterlibatan aparat keamanan yang dipersepsikan menggunakan kekerasan terhadap warga setempat.

“Proyek PSN sejatinya menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bukan menimbulkan kegaduhan. Sebab itu, Pemerintah harus menjawab kegelisahan masyarakat tersebut agar mereka merasa didengarkan dan dipedulikan,” tegas Filep.

Filep juga menegaskan pentingnya pemerintah membuat dan memublikasikan peta jalan (road map) penyelesaian masalah keamanan di Tanah Papua. 

Road map tersebut akan menjadi pedoman bagi siapapun yang berkepentingan dengan masa depan Tanah Papua yang damai.

Mengakhiri pertemuan itu, Yorrys menyampaikan apresiasi atas kesediaan Menkopolkam untuk menerima dan mendengarkan kehadiran dan aspirasi para Anggota DPD RI. 

Ketua MPR for Papua itu berharap, Kemenko Polkam dapat menjadi garda terdepan dalam melahirkan solusi-solusi komprehensif bagi penyelesaian persoalan keamanan di Tanah Papua.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya