Berita

Dyastasita Widya Budi mendadak menjadi sorotan publik usai polemik penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. (Foto: Tangkapan Layar)

Politik

Juri LCC Jangan Rusak Semangat Nasionalisme Siswa

SELASA, 12 MEI 2026 | 15:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap dewan juri dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat dinilai tidak fair dalam memberikan penilaian kepada peserta.

Menurut Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly atau yang akrab disapa Amure, sikap dan keputusan yang ditunjukkan dewan juri telah memunculkan kekecewaan di kalangan peserta maupun pendamping sekolah karena dianggap tidak mencerminkan objektivitas serta profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sebuah kompetisi pendidikan.

“Sikap juri seperti itu tidak mencerminkan kualitas seorang juri sejati. Dalam lomba pendidikan, apalagi yang membawa semangat 4 Pilar MPR, objektivitas dan integritas harus menjadi hal utama,” tegas Amure di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.


Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta seluruh pihak untuk tidak mematahkan semangat para siswa yang telah berjuang dan mempersiapkan diri secara maksimal dalam ajang tersebut. 

Menurutnya, para peserta tetap layak mendapat apresiasi atas usaha, pengetahuan, dan semangat kebangsaan yang telah mereka tunjukkan selama kompetisi berlangsung.

“Untuk adik-adik siswa, saya berharap tetap semangat dan jangan kecewa berlebihan. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus terus belajar, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Meski mengkritik proses penilaian, Amure menegaskan bahwa kegiatan seperti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR tetap sangat penting untuk terus dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter kebangsaan bagi generasi muda.

“Kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan secara konsisten demi menanamkan pemahaman yang utuh tentang demokrasi, Pancasila, konstitusi, serta nasionalisme di kalangan siswa. Namun pelaksanaannya juga harus benar-benar profesional, transparan, dan adil agar tujuan pendidikan itu tidak tercoreng,” tambahnya.

Amure berharap ke depan pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR dapat dievaluasi secara menyeluruh sehingga mampu menghadirkan kompetisi yang sehat, bermartabat, dan benar-benar menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar Indonesia.

Nama Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi mendadak menjadi sorotan publik usai polemik penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Keduanya ramai diperbincangkan di media sosial setelah video perlombaan viral dan memicu perdebatan warganet terkait penilaian dewan juri terhadap jawaban peserta.

Polemik bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak memprotes penilaian juri dalam sesi pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Peserta menilai jawaban yang mereka berikan memiliki substansi sama dengan jawaban peserta lain yang justru dinyatakan benar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya