Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bisnis

Rencana Purbaya Terbitkan Aturan Layer Cukai jadi Napas Rokok Rakyat

SELASA, 12 MEI 2026 | 15:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Angin segar nampaknya mulai berembus ke industri rokok rakyat. Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur melihat pemerintah mulai "melek" terhadap nasib pengusaha kecil dan petani tembakau.

Sebagai tokoh yang vokal menyuarakan TRITURA Petani Tembakau Madura, Gus Lilur mengapresiasi langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana menerbitkan skema cukai layer baru bagi rokok rakyat.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Purbaya atas rencana penerbitan layer baru cukai rokok rakyat. Ini langkah positif dan sangat ditunggu pelaku usaha kecil,” ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.


Menurutnya, selama ini struktur cukai yang terlalu "gemuk" dan berat menjadi tembok besar bagi pelaku UMKM rokok untuk masuk ke jalur legal. Akibatnya, banyak pengusaha rakyat yang terpaksa bermain di zona abu-abu karena tak sanggup memikul beban cukai yang tidak proporsional.

“Kalau layer baru ini benar-benar diwujudkan, maka ini bisa menjadi pintu masuk bagi lahirnya industri rokok rakyat yang sehat, legal, dan kuat,” tegasnya.

Gus Lilur juga menyentil pendekatan negara dalam memberantas rokok ilegal. Baginya, penindakan di lapangan tidak akan pernah tuntas jika negara tidak menyediakan "jembatan" bagi para pengusaha ilegal untuk bertransformasi menjadi legal.

Ia menilai, banyak pelaku rokok ilegal sebenarnya punya pasar dan kapasitas produksi yang mumpuni, namun "tercekik" oleh rumitnya perizinan dan tingginya biaya.

“Negara harus membuka ruang transformasi. Pengusaha rokok ilegal harus diarahkan masuk ke jalur legal, bukan hanya ditindak. Kalau ingin menekan rokok ilegal, sediakan jalan legal yang bisa dijangkau pengusaha kecil,” cetusnya.

Di akhir pernyataannya, Gus Lilur menegaskan bahwa perjuangan industri tembakau rakyat harus bermuara pada satu titik: Realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

Ia meyakini KEK adalah kunci agar Madura tidak hanya menjadi "sapi perah" penyedia bahan baku, tetapi bertransformasi menjadi pusat industri tembakau nasional yang terintegrasi.

“Ujung dari semua ini harus menuju KEK Tembakau Madura. Di sana nanti ada integrasi antara petani, industri, perdagangan, dan pengawasan dalam satu sistem yang jelas,” urai Gus Lilur.

Jika KEK terwujud, lanjutnya, ekonomi Madura akan melonjak, industri legal semakin luas, dan penerimaan negara pun otomatis terdongkrak.

“Ini momentum penting. Negara harus hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator transformasi ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya