Berita

Ilustrasi. (Foto: Sekretariat ASEAN)

Publika

Saatnya Perkuat Perekonomian ASEAN

Usulan Sinergitas Kerja Sama Ekonomi Pembangunan Kawasan
SABTU, 09 MEI 2026 | 06:40 WIB

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) ke-48 tahun 2026 segera diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada 7-9 Mei 2026. Presiden RI Prabowo Subianto telah berangkat menghadiri langsung pertemuan ini. 

Fokus KTT ASEAN kali ini terkait isu krusial seperti krisis energi akibat perang, resiliensi bencana, dan penguatan kerja sama ekonomi di kawasan dengan mengusung tema "Navigating Our Future Together".

Yang menarik dari tuan rumah KTT ASEAN kali ini adalah dipilihnya Kota Cebu sebagai tempat penyelenggaraan High-level summit meeting. Cebu adalah sebuah provinsi terletak bagian tengah dan pulau di wilayah Visayas Tengah, Filipina. Posisinya berada di bagian timur pulau utama. Kota Cebu, ibu kotanya, dikenal sebagai "Kota Ratu di Selatan". Wilayah ini juga merupakan pusat perdagangan serta wisata tertua dan terbesar kedua di Filipina setelah Manila.


Selain itu, Cebu terkenal dengan kombinasi pusat kota modern, sejarah yang kaya, dan destinasi wisata alam seperti pantai dan tempat selam. Terdiri dari satu pulau utama (Pulau Cebu) dan dikelilingi oleh 167 pulau kecil, termasuk Pulau Mactan, Bantayan, dan Malapascua. 

Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan sebagai negara kepulauan dengan tradisi yang dijaga dengan baik sebagaimana organisasi negara-negara Asean terbentuk dari kesamaan letak geografis dan kultural masyarakatnya. 

Gagasan Mata Uang Tunggal

Penting bagi Asean dalam KTT Cebu 2026 kali ini mengambil momentum peran strategis kawasan di tengah konflik timur tengah yang tak berujung pangkal. Setidaknya, untuk mengantisipasi pengaruh dan dampaknya bagi pertumbuhan perekonomian kawasan ini. Khususnya, yang terkait dengan isu utama ketahanan sektoral dunia, yaitu pangan (food), energi (energy) dan air (water) yang menguasai hajat hidup masyarakat kawasan ASEAN. Terutama jalur pasokan energi dunia yang terhambat di Selat Hormuz wilayah perairan Iran.

Disamping itu, pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asean cukup tinggi dibanding negara kawasan lainnya. Pada tahun 2025, rata-rata capaian kinerja pertumbuhan ekonomi kawasan mencapai 5,08 persen. 

Yang mana, Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Asia Tenggara, yaitu 8,02 persen. Sedangkan, Indonesia berada di peringkat ke-2 dengan capaian 5,11 persen mengungguli Singapura dan Malaysia. Myanmar, Laos dan Kamboja masih berada di kisaran 2 persen dan ada yang capaiannya minus. 

Mencermati kekuatan dan ketahanan ekonomi negara-negara anggota Asean ini, maka diharapkan KTT Cebu 2026 bisa menghasilkan komunike kerjasama yang strategis dan konstruktif. Apalagi, populasi penduduk Asia Tenggara mencapai sekitar 702,8 juta jiwa per Januari 2026, setara 8,49 persen dari total penduduk dunia. Indonesia merupakan negara Asean dengan populasi terbesar (data SUPAS BPS 284,67 juta jiwa, 2025), diikuti Filipina dan Vietnam, menjadikannya salah satu kawasan terpadat di dunia serta pasar potensial.

Atas dasar kesetaraan dan keseimbangan perekonomian dunia selayaknya tema menentukan kedudukan dan arah perjalanan (navigating) masa depan Asean yang krusial adalah mata uang tunggal. ASEAN dengan berbagai kekayaan Sumber Daya Alam-nya (SDA) perlu memikirkan serius ketahanan ekonomi serta pertahanan dan keamanan kawasannya. 

Memastikan diri tidak terlibat dalam pengaruh konflik USA-Israel dengan Iran yang justru merugikan sekaligus memperlemah kekuatan ekonomi dan kultural kawasan. 

Salah satu upaya yang harus ditempuh tidak lain melalui penguatan mata uang masing-masing negara yang selama ini "lemah" di hadapan US Dollar. Sebagaimana halnya, mata uang tunggal Eropa, Euro (€), secara resmi diberlakukan dalam dua tahap utama, yaitu 1 Januari 1999 ditandai dengan digunakannya mata uang giral (elektronik/akuntansi) untuk keperluan perbankan dan transaksi keuangan. Selanjutnya, 1 Januari 2002 uang kertas dan koin Euro resmi beredar dan menggantikan mata uang nasional di negara-negara anggota wilayah Eropa (Eurozone). 

Pada awalnya, 11 negara anggota Uni Eropa mengadopsi mata uang ini.Euro menggantikan mata uang lama seperti Mark Jerman, Franc Perancis, Lira Italia, dan lainnya yang ditarik secara bertahap. Setelah 24 tahun, Euro adalah mata uang resmi di sebagian besar negara Uni Eropa yang tergabung dalam zona Eropa. 

Bisa saja KTT Cebu 2026 menjadi pembuka jalan bagi gagasan mata uang tunggal Asean yang secara bertahap dan teknis ditindaklanjuti oleh masing-masing Menteri teknis dan Gubernur Bank Sentral masing-masing.


Oleh: Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya