Berita

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Slamet. (Foto: Humas PKS)

Politik

Program MBG Jangan Buka Ketergantungan Baru pada Asing

JUMAT, 08 MEI 2026 | 13:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan sejumlah perusahaan asal China dalam pengembangan hilirisasi industri unggas untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disorot Anggota DPR RI Slamet. 

Menurut legislator Partai Keadilan Sejahtera itu, langkah tersebut perlu dikaji secara hati-hati agar tidak justru melemahkan posisi peternak rakyat dalam negeri.

“Program MBG seharusnya menjadi momentum kebangkitan peternak lokal, bukan malah membuka ruang ketergantungan baru terhadap pihak luar. Indonesia memiliki kapasitas produksi telur dan ayam yang besar. Yang perlu diperkuat adalah tata kelola, distribusi, serta keberpihakan terhadap peternak rakyat,” ujar Slamet dalam keterangannya, Jumat, 8 Mei 2026.


Ia menilai, ketika harga telur di tingkat peternak sedang mengalami tekanan akibat lemahnya serapan pasar dan tingginya biaya produksi, masuknya investasi atau skema industri yang terlalu dominan dari luar negeri justru berpotensi mempersempit ruang usaha peternak mandiri dan UMKM peternakan di daerah.

Menurut Slamet, kebutuhan protein hewani untuk program MBG seharusnya dapat dipenuhi melalui penguatan kapasitas produksi nasional. Pemerintah dinilai perlu fokus pada pembinaan peternak rakyat, penguatan koperasi peternak, serta stabilisasi faktor produksi seperti harga pakan yang selama ini menjadi beban utama usaha peternakan unggas.

“Masalah utama peternak hari ini bukan kemampuan produksi, tetapi biaya produksi yang tinggi dan pasar yang belum stabil. Karena itu, solusi yang dibutuhkan adalah penguatan peternak lokal, bukan membuka kompetisi yang semakin berat bagi mereka,” katanya.

Ia menjelaskan komponen pakan mencapai sebagian besar biaya produksi peternakan unggas. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperkuat kebijakan produksi jagung nasional, pengembangan bahan baku pakan alternatif berbasis lokal, serta penguatan cadangan bahan baku pakan untuk menjaga kestabilan harga.

Selain itu, Slamet juga mendorong agar program MBG benar-benar terintegrasi dengan rantai pasok peternak lokal di berbagai daerah. Menurutnya, penyerapan telur dan ayam dari koperasi maupun kelompok peternak rakyat akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar terhadap penguatan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet menyampaikan bahwa penguatan perlindungan peternak lokal akan menjadi salah satu perhatian penting dalam pembahasan revisi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan (UU PKH). Ia menilai regulasi ke depan harus memberikan keberpihakan yang lebih kuat terhadap peternak rakyat di tengah persaingan industri yang semakin besar.

“Kita ingin revisi UU PKH benar-benar menghadirkan perlindungan dan penguatan peternak lokal, mulai dari aspek pembiayaan, stabilisasi harga, perlindungan usaha rakyat, hingga prioritas keterlibatan peternak domestik dalam program strategis nasional seperti MBG,” tegasnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya