Berita

Republikorp Group dan Baykar menandatangani perjanjian pengembangan pesawat tempur nirawak Bayraktar KIZILELMA atau Unmanned Combat Aircraft (UCAV), Mei 2026 di Istanbul. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Republikorp-Baykar Kerja Sama Kembangkan Pesawat Tempur Nirawak

JUMAT, 08 MEI 2026 | 06:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Republikorp Group serta Baykar sepakat memperkuat kemitraan strategis pertahanan Indonesia dan Turki pada ajang pameran dirgantara. Perusahaan dirgantara global itu menandatangani kerja sama pengembangan pesawat tempur nirawak terbaru melalui skema transfer teknologi industri.

Republikorp Group melaporkan kesepakatan tersebut pada Kamis 7 Mei 2026 dari lokasi acara utama SAHA, Turki. Pengembangan jenis Bayraktar KIZILELMA tersebut bertujuan menciptakan sistem udara yang lebih mandiri dan kuat bagi operasional militer.

Kesepakatan itu menjadi tahap lanjutan dari dokumen Joint Venture Agreement (JVA) yang ditandatangani para mitra sejak tahun 2025. Kerangka kerja ini sebelumnya telah mencakup produksi lokal armada Bayraktar TB3 serta AKINCI dalam wilayah kedaulatan Indonesia.


“Bersama Baykar, kami membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan, mulai dari produksi, maintenance, pengembangan SDM, hingga riset teknologi masa depan,” kata Chairman Republikorp Group Norman Joesoef, dikutip Jumat 8 Mei 2026.

Perusahaan menargetkan operasional unit Bayraktar KIZILELMA untuk memperkuat kemampuan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) mulai dari tahun 2028. Kolaborasi intensif antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara akan menyertakan fasilitas pusat produksi serta integrasi lokal nasional.

Kerja sama strategis itu juga melingkupi pembentukan pusat fasilitas Maintenance Repair Overhaul (MRO) serta proses sertifikasi tenaga ahli. Program riset teknologi masa depan disiapkan guna melahirkan inovasi pesawat nirawak yang lebih canggih untuk pasar pertahanan global.

“Pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru dalam hubungan strategis Indonesia dan Turki,” kata CEO Baykar, Haluk Bayraktar.

Kerja sama ini menandai transformasi berkelanjutan hubungan Indonesia-Turki menjadi kemitraan strategis industri pertahanan yang berorientasi pada transfer teknologi, pembangunan kapasitas nasional, dan inovasi industri pertahanan masa depan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya