Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, saat meninjau Inlet Sodetan Kali Ciliwung di Jatinegara, Jakarta Timur. (Foto: Humas KemenkoInfra)

Politik

Normalisasi Sungai Ciliwung Terkendala Lahan dan Sampah

KAMIS, 07 MEI 2026 | 16:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah terus mempercepat program normalisasi Sungai Ciliwung sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta. Hingga kini, progres normalisasi telah mencapai 17 km atau sekitar 52 persen dari total target penanganan sepanjang 33 kilometer.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, saat meninjau Inlet Sodetan Kali Ciliwung di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 7 Mei 2026.

“Saat ini pembangunan dan revitalisasi termasuk normalisasi sungai sudah mencapai 17 km. Sisanya sekitar 16 km lagi yang harus segera dituntaskan,” ujar AHY.


AHY menjelaskan, Sungai Ciliwung memiliki panjang sekitar 109 km dengan daerah aliran sungai (DAS) mencapai 521 km² yang membentang dari kawasan hulu hingga hilir Jakarta. 

Di sejumlah titik kritis, lebar sungai saat ini masih berkisar 15–25 m dengan kapasitas tampung sekitar 200 m³/detik. Pemerintah menargetkan pelebaran sungai hingga 35–50 m agar kapasitas aliran meningkat menjadi sekitar 570 m³/detik.

“Normalisasi ini harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembangunan tanggul setinggi 4 hingga 5 m agar risiko banjir dapat ditekan,” kata AHY.

Namun demikian, pelaksanaan normalisasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait pembebasan lahan di kawasan sempadan sungai. 

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menyebut persoalan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan target penyelesaian proyek bergeser dari 2027 menjadi 2028–2029.

“Ketika kami akan membangun tanggul-tanggul tersebut, tanahnya belum bebas sehingga pekerjaan belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Selain persoalan lahan, kondisi pencemaran sampah di aliran Sungai Ciliwung juga menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan kajian penanggulangan sampah Sungai Ciliwung, volume sampah di aliran sungai tersebut diperkirakan mencapai 600-700 ton/hari yang tersebar di sejumlah titik kritis.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya, menegaskan bahwa penanganan Sungai Ciliwung harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Normalisasi Ciliwung tidak jika kita hanya bergantung pada pembangunan tanggul dan pengerukan sungai. Dibutuhkan penguatan pengawasan kawasan bantaran, penanganan sampah berbasis teknologi, serta keterlibatan masyarakat agar upaya pengendalian banjir bisa berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Sigit Raditya.

Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi pengolahan sampah berbasis Waste-to-Energy (WtE) sebagai salah satu solusi pendukung untuk mengurangi beban sampah di kawasan aliran sungai. 

Pendekatan modular melalui MOTAH Incinerator buatan dalam negeri dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek karena dapat ditempatkan langsung di titik-titik kritis bantaran sungai dengan kebutuhan lahan minimal dan kapasitas pembakaran antara 500–1.000 kg/jam.

Keberhasilan normalisasi Sungai Ciliwung tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya