Berita

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin (Foto: Bakom RI)

Politik

Rentetan Kecelakaan jadi Alasan Direksi PT KAI Perlu di Refresh

KAMIS, 07 MEI 2026 | 10:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rentetan kecelakaan kereta api yang terjadi belakangan memicu sorotan terhadap tata kelola PT Kereta Api Indonesia (Persero). Desakan agar Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mundur pun menguat.

Pengamat kebijakan publik, Andi Yusran, menilai rentetan kecelakaan kereta api yang terjadi belakangan menjadi indikator adanya persoalan serius dalam tata kelola perkeretaapian nasional.

“Rentetan kecelakaan kereta api yang terjadi sesungguhnya adalah indikator adanya masalah dalam tata kelola perkeretaapian,” ujarnya kepada RMOL, Kamis, 7 Mei 2026.


Menurut Andi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan jalur kereta api, termasuk kondisi pintu-pintu perlintasan yang saat ini dinilai banyak tidak layak.

“Perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan jalur kereta api termasuk pintu-pintu perlintasan yang kondisinya saat ini banyak yang tidak layak, dan juga manajemen pelayanan transportasi kereta api sehingga ke depannya risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan pelayanan transportasi kereta api bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembenahan di level manajemen perusahaan. Menurutnya, jajaran direksi dan manajemen PT KAI perlu diperkuat oleh figur-figur yang memiliki pengalaman dan rekam jejak profesional di industri perkeretaapian.

“Kedua, jajaran direksi dan manajemen perusahaan perlu di-refresh dengan personal yang memiliki pengalaman dan rekam jejak profesional dalam industri perkeretaapian,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi menyeluruh tidak hanya berhenti pada aspek teknis, tetapi juga menyentuh tata kelola perusahaan agar pelayanan dan keselamatan transportasi kereta api dapat kembali menjadi prioritas utama.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya