Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo. (Foto: F-Nasdem)

Politik

Keterlibatan DPR dalam Pemilihan Kapolri Cerminkan Kedaulatan Rakyat

RABU, 06 MEI 2026 | 15:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komisi Percepatan Reformasi Polri merekomendasikan agar pengangkatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) sepenuhnya menjadi kewenangan presiden yang sedang menjabat.

Dalam skema tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hanya berperan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap calon yang diajukan presiden.

Keputusan ini diapresiasi Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo yang menilai langkah itu sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip kedaulatan rakyat dan pemahaman mendalam mengenai sistem tata negara.


Rudianto menegaskan bahwa keterlibatan parlemen dalam pemilihan pucuk pimpinan Polri maupun TNI merupakan hal yang sangat krusial. Hal ini berkaitan dengan fungsi DPR sebagai representasi suara rakyat.

"Simbol representasi dan kedaulatan itu di tangan rakyat, ada di DPR. Sehingga, pengangkatan Kapolri maupun Panglima TNI harus melalui legitimasi atau validasi dari kedaulatan rakyat yang ada di DPR tersebut," kata  Rudianto, Rabu, 6 Mei 2026.

Legislator Nasdem itu menilai keputusan Presiden Prabowo untuk tetap mengikuti prosedur yang berlaku saat ini adalah langkah yang tepat. 

Menurutnya, Presiden Prabowo memahami batas-batas kewenangan dalam sistem pemerintahan Indonesia. Dengan melibatkan legislatif, terjadi proses saling kontrol yang sehat antarlembaga negara.

"Ketika Presiden mengikuti mekanisme yang berlaku hari ini, kita hormati dan apresiasi keputusannya. Ini menunjukkan Pak Presiden paham betul mengenai prinsip trias politika yang menjadi pedoman kita dalam bertata negara," tambahnya.

Lebih lanjut, keterlibatan DPR dalam proses fit and proper test memberikan validasi yang kuat bagi siapa pun yang terpilih menjadi Kapolri. 

Dengan adanya persetujuan dari wakil rakyat, pimpinan Polri diharapkan memiliki akuntabilitas yang lebih tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya