Berita

Ilustrasi: Rektorat Universitas Hasanuddin. (Foto: unhas.ac.id)

Nusantara

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

SELASA, 05 MEI 2026 | 20:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi nasional sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan BGN Goes to Campus yang digelar di Auditorium Prof. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Jamaludin mengatakan bahwa Progam MBG bukan sekadar program sektoral, melainkan agenda besar lintas disiplin di lingkungan kampus. 


“Bagi Unhas, MBG itu bukan hanya program satu fakultas, tetapi seluruh fakultas harus terlibat,” ujar Jamaluddin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menilai MBG sebagai program strategis yang sayang jika tidak dimanfaatkan oleh perguruan tinggi. 

“MBG adalah program yang dahsyat, sayang sekali kalau kampus hanya menjadi penonton,” tambahnya.

Menurutnya, Unhas telah menyiapkan berbagai dukungan konkret, mulai dari produksi bahan pangan hingga pengembangan inovasi. Fakultas Peternakan, misalnya, telah mampu memproduksi hingga 70 ribu ekor ayam per bulan.

Unhas berhasil mengembangkan ayam lokal unggulan Ayam Alope yaitu galur baru ayam kampung unggul hasil inovasi Universitas Hasanuddin yang beradaptasi tinggi di Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan siap memasok kebutuhan ikan. Bahkan, kampus juga mengembangkan penyedap rasa non-MSG sebagai bagian dari inovasi pangan sehat.

“Seluruh proses dapur SPPG akan kami jadikan percontohan terbaik. Kajian-kajian di Unhas diarahkan agar seluruh bahan MBG bisa diproduksi dari kampus sendiri,” tegas Jamaluddin.

Ia juga menegaskan ambisi Unhas menjadi pusat unggulan MBG di kawasan timur Indonesia. 

“Unhas siap menjadi center of excellence MBG di wilayah timur Indonesia. Prinsip nasionalisme harus hadir, semua produk diupayakan buatan lokal, termasuk ompreng hingga kendaraan operasional,” tegasnya.

Ia mengungkapkan Indonesia adalah pusat biodiversitas dunia. 

“Jangan sampai untuk kebutuhan ayam saja kita masih impor dengan biaya sangat besar,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya