Berita

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam. (Foto: istimewa)

Politik

Transformasi Pesantren Mendesak Usai Kasus Pelecehan Santriwati di Pati

SELASA, 05 MEI 2026 | 18:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

 Desakan publik terhadap pengusutan kasus dugaan pencabulan santriwati di Pati kian menguat. Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) menuntut aparat segera menangkap dan mengadili terduga pelaku.

Sebelumnya, UPT PPA Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Pati mengonfirmasi bahwa dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oknum pengasuh pesantren tersebut telah dilaporkan sejak 2024 oleh salah satu korban. 

Namun, laporan itu tidak segera ditindaklanjuti hingga akhirnya pada April 2026 dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), yang kemudian berujung pada penetapan pelaku sebagai tersangka.


Kuasa hukum para korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa dugaan perbuatan asusila tersebut menyasar santriwati yang tinggal di pesantren, mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu, bahkan sebagian di antaranya merupakan anak yatim. 

Ia menyebut, fasilitas pendidikan gratis diduga dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindakan tidak senonoh terhadap sekitar 30 hingga 50 santriwati. Para korban disebut berasal dari berbagai jenjang, mulai dari kelas 1 hingga 3 SMP, hingga ada pula yang telah lulus.

Menanggapi mencuatnya kasus dugaan pencabulan santriwati di Pati, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib, menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi korban dan keluarga. Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri rangkaian silaturahmi PWNU-PCNU se-DKI di Jakarta dalam rangka ikhtiar khidmat PBNU menuju Muktamar ke-35.

“50 korban dari keluarga kurang mampu, sebagiannya yatim. Pemerintah harus dan segera memberi perlindungan secara menyeluruh kepada korban dan keluarganya,” kata Gus Salam, sapaan akrabnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Prihatin atas peristiwa tersebut, Gus Salam mengaku sulit membayangkan penderitaan yang dialami para korban. Ia menilai dampak yang dirasakan tidak hanya dari sisi psikologis, tetapi juga ekonomi, sosial, hingga masa depan para korban yang sebagian masih berusia sekolah. 

Karena itu, ia mendorong pemerintah menghadirkan program yang mampu memulihkan semangat para korban agar tetap melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita, sekaligus menyiapkan skema dukungan untuk pemulihan ekonomi keluarga mereka.
  
“Keprihatinan mendalam tidak hanya kita rasakan untuk korban dan keluarga. Komunitas pesantren pun sangat terpukul oleh ulah oknum, seperti itu. Tapi itu tadi kita minta, negara dan pemerintah wajib hadir untuk mereka dengan perlindungan serta pemulihan kondisi korban dan keluarganya,” tambahnya.

Menurutnya, kasus yang mencoreng citra pesantren seperti yang terjadi di Tlogosari, Pati bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. 

Ia mengungkapkan, selama lebih dari lima tahun bermitra dengan kalangan akademisi dan praktisi Nahdlatul Ulama dalam tim advokasi pesantren ramah anak, khususnya di Jawa Timur, ditemukan berbagai kasus kekerasan hingga pelecehan yang terjadi di lingkungan pesantren.

“Tragedi Tlogosari, Pati dan kejadian serupa harus menjadi momentum bagi pesantren dan jam’iyyah NU di semua tingkatan untuk instrospeksi supaya kejadian serupa tidak terulang,” ujar Gus Salam.

“Pesantren seperti kita ini harus bersikap reflektif. Menyadari kekurangan, mencari celah-celah kelemahan supaya bisa kita perbaiki sebaik mungkin untuk khidmah ilmu dan generasi masa depan. Itu sepenuhnya amanat,” tambahnya.    

Gus Salam menilai jam’iyyah Nahdlatul Ulama memiliki perangkat dan sumber daya yang memadai untuk turut mendampingi pesantren. Melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah, ia mendorong adanya perbaikan berbagai kelemahan sekaligus pengembangan inovasi dalam pelayanan pesantren kepada para santri.

Karena itu, transformasi pesantren menjadi sebuah keniscayaan di tengah perubahan zaman dan pola hidup masyarakat yang terus berkembang. Di era keterbukaan saat ini, pesantren dihadapkan pada dua tantangan besar, yakni menjaga integritas dengan tetap berpegang pada nilai luhur serta tradisi para pendahulu, sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.

Terkait kasus yang menjerat tersangka Ashari dalam dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pati, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan memberikan sanksi setimpal sesuai aturan yang berlaku.

“Tindak tegas dan terukur. Tangkap dan proses hukum secara transparan. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu, karena ini soal keadilan dan kemashlahatan bagi masyarakat, komunitas pesantren, masa depan generasi muda, terutama integritas negara dalam melindungi warganya,” pungkas Gus Salam.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya