Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Peringatan ADB: Ekonomi Asia Terancam Melambat di Tengah Gejolak Geopolitik

SELASA, 05 MEI 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Asian Development Bank (ADB), Masato Kanda, memberikan peringatan serius dalam Pertemuan Tahunan ke-59 di Samarkand, Uzbekistan. 

Jika ketegangan geopolitik terus memanas dan memicu lonjakan harga minyak, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik diprediksi bisa anjlok ke level 4,2 persen pada 2026.

Skenario buruk ini juga dibarengi dengan ancaman inflasi yang membengkak hingga 7,4 persen tahun depan, melonjak tajam dari posisi 3,0 persen pada 2025. 


Bahkan dalam kondisi normal sekalipun, ekonomi kawasan diperkirakan tetap melambat ke angka 4,7 persen tahun ini karena tekanan harga energi dan ketatnya kondisi keuangan global.

Menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, ADB tidak tinggal diam. Lembaga ini meluncurkan program ketahanan regional raksasa senilai 70 miliar Dolar AS. 

Rinciannya adalah; Pertama, sebesar 50 miliar Dolar AS untuk jaringan listrik Pan-Asia. royek ini bertujuan mengintegrasikan energi terbarukan lintas negara demi memperkuat keamanan energi sekaligus menekan emisi karbon.

Kedua, sebesar 20 miliar Dolar AS untuk konektivitas digital. Dana ini difokuskan untuk menghapus kesenjangan digital dan mempererat jaringan komunikasi di seluruh pelosok kawasan.

Di tengah fragmentasi politik dan krisis lingkungan, Masato Kanda menegaskan posisi ADB sebagai penopang stabilitas. Sepanjang tahun 2025, ADB telah mengucurkan dukungan finansial sebesar 29,3 miliar Dolar AS ke berbagai negara anggota.

Kanda menekankan bahwa cara-cara konvensional tidak lagi memadai di era sekarang. Ia mengajak seluruh pemimpin dunia untuk membangun sistem yang saling terhubung erat dan tangguh. 

"Tugas di depan memang berat, tetapi dengan sumber daya dan tekad bersama, kita punya strategi yang jelas untuk melaluinya," tegasnya, dikutip dari Reuters, Selasa 5 Mei 2026.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya