Berita

Gedung Bank Indonesia (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

SELASA, 05 MEI 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, BI: Tekanan Juga Dialami Mata Uang Emerging Market

RMOL. Bank Indonesia (BI) buka suara setelah nilai tukar rupiah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS), yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menegaskan bahwa otoritas moneter akan terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya tekanan global, terutama akibat eskalasi konflik geopolitik.


“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.

Meski demikian, BI menilai pelemahan rupiah masih sejalan dengan tren yang dialami mayoritas mata uang negara berkembang (emerging market), yang sama-sama tertekan oleh ketidakpastian global.

Erwin memaparkan, Philippine peso melemah 6,58 persen, Thailand baht turun 5,04 persen, dan India rupee terkoreksi 4,32 persen. Sementara itu, Chile peso melemah 4,24 persen, rupiah 3,65 persen, dan Korea won 2,29 persen.

Untuk meredam gejolak, BI memastikan akan mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” jelasnya.

Menurut Erwin, langkah tersebut dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih berlanjut.

Lebih lanjut, BI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan yang terukur dan berkesinambungan.

“Bank Indonesia akan senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya