Berita

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. (Foto: RMOL/Sarah Sarah Alifia Suryadi)

Publika

Misbakhun Layak Dapat MBG

SELASA, 05 MEI 2026 | 04:06 WIB

SUNGGUH sebuah fenomena intelektual yang memukau ketika kita mendengar petikan lisan dari Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, yang dengan penuh keyakinan mungkin melampaui keyakinan para nabi menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah "terbukti" meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam semesta logika yang normal, kata "terbukti" biasanya memerlukan perangkat pendukung berupa data empiris, metodologi yang sahih, serta hasil evaluasi yang mampu melewati uji validitas paling dasar sekalipun. 

Namun, nampaknya bagi Misbakhun, bukti hanyalah detail kecil yang membosankan yang bisa dilewati demi sebuah retorika yang menggelegar.


Sungguh mengagumkan melihat bagaimana sebuah kebijakan publik bisa dianggap sukses secara mutlak bahkan sebelum piring-piringnya dicuci.

Sebuah lompatan logika yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kapasitas kognitif di atas rata-rata atau mungkin justru yang sangat membutuhkannya.

Sangatlah menyentuh hati melihat dedikasi Misbakhun dalam meminta masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks di media sosial.

Sementara pada saat yang sama, Misbakhun menyuguhkan hidangan narasi tanpa basis data yang jauh lebih sulit dicerna daripada nasi kotak kualitas paling rendah sekalipun.

Standar ganda ini seolah menjadi ornamen indah dalam karier politiknya; sebuah instruksi agar rakyat bersikap kritis, sementara dirinya sendiri asyik berpesta di atas klaim yang melayang di awan. 

Mengingat betapa gigihnya Misbakhun meyakinkan kita akan mukjizat nutrisi dalam program MBG, maka muncul sebuah pemikiran yang sangat luhur dan penuh rasa peduli. 

Mungkin program Makan Bergizi Gratis ini seharusnya tidak hanya diberikan kepada anak-anak sekolah, melainkan juga didistribusikan kepada Misbakhun sendiri sebagai prioritas utama.

Langkah ini bukanlah sebuah bentuk sinisme, melainkan sebuah bentuk konsistensi moral yang sangat tinggi. 

Jika Misbakhun begitu percaya bahwa asupan nutrisi gratis ini mampu mendongkrak kualitas kecerdasan dan SDM secara instan, maka akan sangat tidak adil jika Misbakhun sendiri tidak mencicipi khasiatnya agar nalar dan logika berpikirnya bisa sedikit lebih sinkron dengan kenyataan objektif.

Kita tentu sangat khawatir jika kualitas SDM para elite kita tetap berada di level "klaim tanpa data", sementara rakyat sudah jauh melesat maju.

Oleh karena itu, mari kita pastikan Misbakhun mendapatkan porsi MBG pertamanya, demi menjaga agar kecerdasan beliau tetap berada pada jalur yang benar, atau setidaknya, agar bisa membedakan mana yang disebut "bukti ilmiah" dan mana yang sekadar "halusinasi politik" yang dipicu oleh perut kosong akan fakta.

Hamdi Putra
Forum Sipil Bersuara (FORSIBER)

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya