Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Kurs Senin Pagi: Yen Mengintai di 156,88, Rupiah Bergerak Stabil

SENIN, 04 MEI 2026 | 10:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Yen Jepang menunjukkan ketangguhannya pada awal perdagangan di Asia, Senin 4 Mei 2026. 

Setelah sempat mengalami fluktuasi tajam, Yen kini bergerak stabil dengan kecenderungan menguat tipis. Fokus pasar masih tertuju pada dugaan aksi "intervensi senyap" yang dilakukan otoritas Jepang untuk membendung pelemahan mata uangnya.

Yen tercatat naik 0,1 persen ke posisi 156,885 per Dolar AS. Jika ditarik dalam sebulan terakhir, Yen telah melesat sekitar 1,4 persen, dengan lonjakan paling signifikan terjadi Kamis lalu. Meski Tokyo masih bungkam, laporan Reuters menyebutkan bahwa otoritas Jepang diduga kuat telah melakukan aksi beli Yen—langkah intervensi pasar pertama dalam dua tahun terakhir.


Kekuatan Dolar AS sendiri terpantau mulai tertahan. Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, ditutup stabil di pasar uang New York pada akhir pekan lalu dan bertahan di posisi 98,144 hingga pagi ini. 

Meski masih perkasa, dominasi dolar mulai dibayangi oleh spekulasi intervensi lanjutan dari Jepang, terutama di tengah tipisnya likuiditas pasar akibat libur Golden Week.

Para analis kini mempertanyakan seberapa efektif intervensi sepihak ini dalam menahan dominasi Dolar AS. Mahjabeen Zaman, Kepala Riset Valas ANZ Bank Sydney, menyoroti bahwa kondisi pasar saat ini cukup rawan karena Jepang sedang berada dalam libur Golden Week.

"Fokus utama pasar adalah apakah akan ada intervensi lanjutan, terutama karena likuiditas pasar lebih tipis saat libur. Jika Yen kembali melemah, peluang intervensi bilateral yang melibatkan Amerika Serikat bisa meningkat," jelas Zaman.

Pasar global juga bersikap waspada merespons pernyataan Presiden Donald Trump. Di tengah memanasnya konflik antara AS-Israel dan Iran, Trump menyatakan akan membuka jalur kapal di Selat Hormuz sebagai "gestur kemanusiaan". 

Kabar ini memberikan sedikit ruang napas bagi mata uang berisiko; Dolar Australia naik ke 0,7211 Dolar AS, dan Dolar Selandia Baru ke level 0,5905 Dolar AS. Pasar Australia kini bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga RBA ke 4,35 persen esok hari guna meredam inflasi akibat lonjakan biaya energi dari perang Iran.

Di Eropa, mata uang utama cenderung menguat tipis. Euro naik ke 1,1730 Dolar AS setelah Jerman mencoba berdiplomasi dengan Trump untuk membatalkan ancaman tarif otomotif 25 persen. 

Sementara itu, Poundsterling Inggris bertahan di 1,3586 Dolar AS, menunjukkan stabilitas relatif meski peta geopolitik dunia masih penuh dengan ketidakpastian. 

Di Indonesia, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat sangat tipis. Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah sedang diperdagangkan di level Rp17.333 per Dolar AS, menguat 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan Jumat 1 Mei 2026 yang  berada di Rp17.337 per Dolar AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya