Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 2 Mei 2026. (Foto: RMOLJatim)

Nusantara

Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Aman

MINGGU, 03 MEI 2026 | 04:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi cukup, sehat, serta bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H.

Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 2 Mei 2026.

Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan Kadisnak Jatim Indyah Aryani meninjau ketersediaan ternak kurban di Peternakan UD Sapi Baru milik Mursyid yang mempunyai populasi sapi sejumlah 200 ekor berjenis PO, Limosin dan Simental, yang tidak hanya melayani permintaan dari Jawa Timur, tapi juga provinsi lainnya.


Dalam tinjauannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesiapan stok hewan kurban tidak lepas dari kekuatan sektor peternakan Jawa Timur yang saat ini menempati peringkat pertama secara nasional dalam hal populasi ternak. 

“Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Kita lihat bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini menjadi indikator bahwa kualitas ternak kita sangat baik,” ujar Khofifah dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu, 3 Mei 2026.

“Pak Mursyid saya rasa menjadi supplier untuk siapa saja yang mencari hewan kurban. Insyaallah bisa menopang untuk provinsi lain juga, contohnya Pak Mursyid kirimnya ke Kalimantan, Boyolali Jawa Tengah,” imbuhnya. 

Hal ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas pasokan, khususnya menjelang momentum Idul Adha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Gubernur Khofifah mengatakan, total proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur sebanyak 427.060 ekor dengan rincian sapi 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor dan kerbau 10 ekor. Dirinya menjelaskan, proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim tahun ini surplus signifikan dibandingkan dengan ketersediaannya.

“Sampai saat ini, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 70.550 ekor. Sedangkan ketersediaan kita ada 629.119 ekor. Sehingga surplus 558.569 ekor,” lanjutnya. 

“Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur surplus cukup signifikan di seluruh jenis ternak kurban. Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, sekali lagi, siap menopang provinsi lain,” imbuhnya. 

Untuk hewan kambing proyeksi kebutuhan ada sebanyak 297.900 ekor dengan ketersediaan sebanyak 940.693 ekor sehingga surplus 642.793 ekor.

Begitu pula untuk Domba proyeksi kebutuhannya adalah 58.600 ekor dengan ketersediaan sebanyak 484.468 ekor sehingga surplus 452.868 ekor. 

Sedangkan untuk kerbau, proyeksi kebutuhan 10 ekor dengan ketersediaan sebanyak 1.698 ekor sehingga surplus 1.688 ekor. 

“Ternak kurban di Jawa Timur tersedia untuk mencukupi ternak kurban dan terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak,” tegasnya. 

Selain memastikan kuantitas, lanjut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak guna menjamin kualitas dan kelayakan hewan kurban yang beredar di masyarakat.

Bahkan, guna menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang ada di Provinsi Jawa Timur maka disediakan petugas pemeriksa hewan kurban (pemeriksaan sebelum dipotong pemeriksaan ante mortem dan pemeriksan setelah dipotong/pemeriksaan post mortem) Provinsi Jawa Timur. 

Khofifah menyebut, Disnak Jatim telah menyediakan petugas pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari Dokter Hewan Medik Veteriner 950 orang, Paramedik Veteriner 1.500 orang, pengawas bibit ternak 145 orang, pengawas mutu pakan 75 orang serta Juru Sembelih Halal (JULEHA) Bersertifikat 1.997 orang.

“Jelang Idul Adha, kami terus mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan dari dinas terkait untuk memantau, memeriksa, dan memastikan semua hewan kurban bebas dari penyakit, terutama PMK maupun LSD. Kami memastikan bahwa hewan ternak sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi,” lanjutnya. 

“Jadi kalau pemeriksaan ante mortem dan post mortem atas Sapi sebagai hewan kurban, mungkin ini baru kita lakukan tahun kemarin karena ada PMK itu. Maka kita bisa memastikan kapan ada indikasi PMK, maka Pasar Hewan terdekat kita minta untuk tidak beroperasi dulu. Selalu begitu dua tahun terakhir,” tutupnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya