Berita

Ekonom senior Yanuar Rizky. (Foto: YouTube Abraham Samad SPEAK UP)

Bisnis

Yanuar Rizky:

Pasar Lebih Dengar Suara Ekonom Ketimbang Purbaya

MINGGU, 03 MEI 2026 | 02:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sering menyebut bahwa fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik. Ia pun menganggap para ekonom sering menakut-nakuti publik soal kondisi ekonomi nasional.

Terkait itu, ekonom senior Yanuar Rizky membantah logika Purbaya yang sering menyalahkan kritik dari para ekonomi. 

“Menteri Keuangan Purbaya yang menurut saya untuk apa juga dia men-shoot, menyalahkan ekonom-ekonom. Kan dia itu intinya gini, karena persepsi dibangun oleh para ekonom, termasuk juga mungkin saya yang memberikan outlook, akhirnya banyak orang itu berduyun-duyunlah tidak percaya terhadap rupiah,” kata Yanuar dikutip dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Sabtu malam, 2 Mei 2026. 


“Jadi cara berpikirnya adalah sentimen. Tapi kan kalau dia (Purbaya) mengatakan seperti itu, dia dengan kata lain mengakui dong bahwa ekonom lebih didengar daripada dia. Didengar oleh pasar,” tambahnya menegaskan.

Lanjut Yanuar, kondisi melemahnya nilai tukar rupiah merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri. 

“Jadi satu sisi bahwa dia juga seolah-olah jagoan, tapi di sisi lain bisa kita baca kalau rupiahnya terus melemah, dan dia menyalahkan akibat persepsi yang terus didengung-dengungkan oleh banyak ekonom, berarti kan market ikut si ekonom,” jelasnya.

Yanuar menyebut bahwa penggerak persepsi yang melahirkan sentimen di pasar sebenarnya sudah muncul setahun lalu lewat keterangan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menganggap fundamental ekonomi di Indonesia tidak baik.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya