Berita

Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Reuters)

Bisnis

Trump Ngambek, AS Siap Tarik 5.000 Tentara dari Jerman

SABTU, 02 MEI 2026 | 08:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan menarik sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman di tengah memanasnya hubungan dengan sekutu-sekutu Eropa terkait perang melawan Iran. 

Kebijakan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump semakin vokal mengkritik negara-negara Eropa yang dinilai tidak memberikan dukungan cukup terhadap operasi militer AS.

Menurut laporan Reuters, keputusan tersebut diambil Pentagon beberapa hari setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap posisi AS dalam konflik tersebut. Penarikan pasukan diperkirakan akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu enam hingga dua belas bulan ke depan, berdasarkan keterangan pejabat pertahanan AS.


Langkah ini disebut sebagai respons atas sikap Jerman yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan Washington. 

"Presiden sudah tepat menanggapi pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif ini," kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Sejak awal konflik, Trump memang berulang kali menekan sekutu Eropa agar terlibat lebih jauh dalam perang melawan Iran. Ia bahkan mengancam akan menarik pasukan dari negara-negara yang dinilai tidak mendukung, sebuah sikap yang dilaporkan mengejutkan kalangan militer dan pejabat pemerintahan AS sendiri.

Di sisi lain, negara-negara Eropa awalnya cenderung berhati-hati dalam mengkritik langkah militer AS. Namun, seiring meningkatnya dampak perang terhadap ekonomi global -- terutama gangguan pasokan energi -- kritik mulai bermunculan. 

Kanselir Merz secara terbuka mengakui bahwa konflik tersebut membawa dampak besar bagi perekonomian negaranya.

“Saat ini, situasinya cukup rumit. Konflik ini merugikan kita banyak uang dan berdampak langsung pada output ekonomi,” ujar Merz.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya