Berita

Ahmad Hashif Ulwan. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Gaduh Amien Rais, Rakyat Berhak Terima Informasi Mencerdaskan

JUMAT, 01 MEI 2026 | 22:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan dari Amien Rais terkait isu yang menyasar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, membuktikan Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu minim gagasan.

Ketua Umum Pusat Studi Kebangsaan, Ahmad Hashif Ulwan menilai bahwa isi pernyataan Amien Rais lebih menitikberatkan pada serangan personal dibandingkan penyampaian gagasan yang substansial. 

"Kami sangat menyayangkan jika ruang publik diisi oleh narasi yang minim gagasan dan tidak memberikan kontribusi konstruktif bagi bangsa," ujar Hashif kepada wartawan, Jumat 1 Mei 2026.


Menurutnya, kritik seharusnya menjadi sarana untuk memperkaya solusi, bukan sekadar membangun persepsi tanpa dasar yang jelas.

Ia menegaskan bahwa pernyataan yang beredar tersebut tidak menunjukkan kedalaman analisis maupun tawaran pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Jika diskursus publik terus bergerak ke arah personalisasi dan menjauh dari substansi, maka yang tergerus adalah kualitas demokrasi kita sendiri," tambahnya.

Dia mengingatkan bahwa narasi yang tidak berbasis fakta dan cenderung provokatif berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. 

"Publik berhak mendapatkan informasi yang mencerdaskan dan memperkuat persatuan," tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais dalam sebuah video yang beredar luas melontarkan kritik keras terhadap kedekatan antara Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya. 

Dalam pernyataannya, Amien mengaitkan isu tersebut dengan aspek moralitas dan menyebutnya telah melampaui batas profesionalitas.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya