Ilustrasi Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026 (Sumber: Google Doodle)
Google doodle turut merayakan Hari Buruh 2026 pada Jumat (1/5/2026). Google menampilkan sebuah ilustrasi dengan tema "Hari Buruh" yang menampilkan lima buruh sedang bekerja di halaman pertama.
Ada yang memperbaiki saluran air, mengecek hasil rontgen, mengangkat beban berat, mengelas, hingga merawat tanaman. Seluruh pekerja itu diilustrasikan dengan warna-warna tegas, seperti biru, oranye, hijau, dan kuning.
Lantas, kenapa Google Doodle hari ini menampilkan ilustrasi lima pekerja?
Mengutip laman resminya, ilustrasi beragam pekerjaan yang ditampilkan dalam laman utama bertujuan untuk memberi penghargaan bagi para buruh di momen May Day. Google Doodle hari ini menjadi gambaran nyata bahwa dunia saat ini dibangun oleh pekerja dengan kontribusi berbagai pihak, mulai dari sektor layanan jasa, tenaga kesehatan industri kreatif, hingga pekerja lapangan.
Tak hanya itu, Google Doodle Hari Buruh 2026 juga menjadi bentuk pengingat bahwa setiap pekerjaan memiliki peran penting dalam menjaga roda kehidupan dan perekonomian agar tetap berjalan.
"Dalam rangka memperingati Hari Buruh, Doodle ini memberikan penghargaan kepada para pekerja dan pendukung yang telah membantu membentuk tempat kerja modern," tulis Google.
Sejarah Hari Buruh di DuniaHari Buruh Internasional atau May Day adalah hari libur yang diperingati untuk merayakan para pekerja dan organisasi buruh. Perayaan ini diperingati setiap 1 Mei sebagai perwujudan penting dari solidaritas internasional dan kekuatan pekerja.
Melansir dari UCLA, asal-usul Hari Buruh bermula dari abad ke-19. Pada saat itu, muncul Gerakan yang menuntut perbaikan kondisi kerja dan pengakuan yang lebih besar atas kontribusi para pekerja.
Pada 1884, federasi serikat pekerja nasional mengumumkan kampanye untuk menetapkan hari kerja 8 jam mulai 1 Mei 2886. Tuntutan ini diajukan setelah para buruh harus bekerja hingga 18-20 jam per hari dengan tekanan fisik yang berat.
Tuntutan ini disusul dengan pemogokan kerja oleh lebih dari 300.000 buruh turun ke jalan di berbagai wilayah Amerika Serikat. Di Chicago, sekitar 40.000 pekerja ikut mogok dan jumlahnya terus bertambah hingga mendekati 100.000 orang.
Ketegangan memuncak pada 3 Mei 1886 Ketika bentrokan antara buruh dan polisi di McCormick Reaper menimbulkan korban jiwa. Sebagai bentuk solidaritas, aksi lanjutan digelar di Haymarket Square pada 4 Mei 1886.
Setelah itu, kelompok buruh internasional dan pendukung sosialis mendukung peringatan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau Hari May Day.