Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

AS Siap Lepas Cadangan Minyak Besar-Besaran demi Redam Lonjakan Harga

JUMAT, 01 MEI 2026 | 09:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) berupaya meminjamkan hingga 92,5 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) kepada perusahaan energi untuk meredam lonjakan harga minyak akibat konflik dengan Iran.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas. Sebelumnya, AS bersama lebih dari 30 negara anggota International Energy Agency telah sepakat melepas total sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global. Dari jumlah tersebut, AS sendiri menargetkan kontribusi sebesar 172 juta barel.

Namun hingga kini, respons perusahaan energi belum maksimal. Dari 126 juta barel yang telah ditawarkan dalam tiga tahap, baru sekitar 80 juta barel atau 63 persen yang diserap pasar.


Di sisi lain, harga minyak tetap melonjak. Bahkan sempat menembus 126 Dolar AS per barel, level tertinggi dalam empat tahun, karena kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan di Timur Tengah.

Dikutip dari Bloomberg, Jumat 1 Mei 2026, minyak dari SPR ini tidak dijual langsung, melainkan dipinjamkan. Perusahaan energi nantinya harus mengembalikan minyak tersebut dengan tambahan volume sebagai premi.

Asisten Sekretaris Departemen Energi AS, Kyle Haustveit, menjelaskan tujuan kebijakan ini. 

“Langkah ini membantu mempercepat pengiriman minyak ke pasar, mengatasi tekanan pasokan jangka pendek, dan memastikan cadangan tetap kuat," ujarnya.

Pemerintah juga menegaskan skema ini dirancang untuk menstabilkan pasar tanpa membebani pembayar pajak.

Cadangan minyak strategis AS sendiri disimpan di gua-gua garam di wilayah Texas dan Louisiana, dengan total hampir 398 juta barel, yang setara konsumsi minyak dunia selama sekitar empat hari.

Lonjakan harga minyak ini juga dinilai berisiko secara politik bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu. Meski cadangan telah dilepas, tekanan harga energi masih belum mereda.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya