Berita

Ilustrasi

Politik

Danantara Perkuat Hilirisasi Nasional Rp116 Triliun

Indonesia Selangkah Lebih Maju dalam Transformasi Peran SWF Global

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 17:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia meneguhkan langkah strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II senilai Rp116 triliun.

Groundbreaking diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu 29 April 2026.

Peresmian ini menjadi tonggak penting penguatan hilirisasi lintas sektor strategis sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang selangkah lebih maju dalam transformasi peran sovereign wealth fund (SWF) global. 


Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Indonesia tidak lagi menempatkan SWF sebagai instrumen investasi pasif, melainkan sebagai mesin strategis yang terintegrasi langsung dengan kebijakan industrialisasi dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, menekankan bahwa pengelolaan aset negara kini diarahkan sebagai katalis transformasi ekonomi nasional.

“Kami akan melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kaya sebagai sumber daya alam, tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Kamis 30 April 2026.

Di tingkat global, lanskap pengelolaan kekayaan negara juga tengah mengalami pergeseran. Banyak negara mulai mengadopsi model SWF bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi sebagai alat strategis untuk mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah domestik, seperti yang telah dilakukan Danantara Indonesia. 

Dalam konteks inilah, kata Rosan, Indonesia selangkah lebih maju karena telah lebih dulu mengintegrasikan fungsi investasi negara dengan agenda industrialisasi nasional secara konkret.

Groundbreaking 13 proyek strategis ini mencerminkan orkestrasi kebijakan yang terintegrasi, mulai dari energi, mineral, hingga pertanian, yang tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem industri nasional yang tangguh dan berdaya saing global. 

Kehadiran Danantara Indonesia menjadi bukti bahwa Indonesia tengah membangun paradigma baru dalam pengelolaan kekayaan negara yakni dari sekadar mengelola aset menjadi menciptakan nilai, dari investasi pasif menjadi instrumen strategis pembangunan nasional.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya