Berita

Ilustrasi

Politik

Suara Pemilih Terancam Hilang Jika Ambang Batas Parlemen Diperluas

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 14:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana penerapan ambang batas parlemen hingga ke tingkat daerah kembali menuai sorotan. Pengamat politik Adi Prayitno menilai kebijakan tersebut berpotensi menghilangkan suara pemilih dan menggerus kualitas demokrasi.

Menurut Adi, salah satu dampak paling serius dari ambang batas parlemen adalah tidak terkonversinya suara masyarakat menjadi kursi di parlemen. Hal ini terjadi ketika partai yang dipilih tidak mampu melampaui ambang batas yang ditetapkan.

“Suara pemilih itu akan hilang jika partainya tidak masuk parlemen,” tegas Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 30 April 2026.


Ia menilai kondisi tersebut berpotensi merugikan pemilih, karena pilihan politik mereka tidak terwakili dalam sistem perwakilan. Terlebih, jika ambang batas diperluas hingga ke tingkat DPRD, maka jumlah suara yang terbuang berpotensi semakin besar.

Karena itu, Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai wacana tersebut layak mendapat penolakan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis demokrasi. 

Menurutnya, ambang batas parlemen berisiko mengabaikan aspirasi publik, terutama dari kelompok pemilih yang mendukung partai kecil atau partai baru.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga prinsip dasar demokrasi, yakni setiap suara memiliki nilai yang sama dan harus dihargai.

“Maka hargailah sekecil apa pun suara rakyat. Dalam demokrasi itu prinsipnya one man one vote,” pungkasnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya