Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Badai Geopolitik dan Iklim: Harga Pangan Dunia Capai Puncak Tertinggi Sejak 2023

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 10:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik geopolitik dan cuaca ekstrem mendorong harga komoditas pertanian global kembali melonjak. Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan, ditambah tekanan iklim, membuat biaya energi, pupuk, dan distribusi meningkat—memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi pangan.

Indeks Bloomberg Agriculture Spot, yang melacak 10 komoditas utama, tercatat naik selama tiga bulan beruntun hingga menyentuh level tertinggi sejak November 2023. Ini berbalik dari kondisi sebelumnya, ketika harga sempat melemah akibat pasokan yang melimpah.

Kini, petani di berbagai kawasan, mulai dari Asia, Australia hingga Amerika Serikat, menghadapi tekanan ganda dari perang Iran dan kekeringan. Dampaknya terasa pada kenaikan harga bahan pangan pokok seperti roti, pasta, dan minyak goreng.


Menurut Kang Wei Cheang, broker pertanian di StoneX Singapura, sebelum konflik, pasokan gandum dan jagung relatif stabil berkat panen yang kuat, sementara kenaikan harga kedelai dan minyak nabati didorong permintaan biofuel.

"Perang telah mengubah keseimbangan tersebut secara signifikan, terutama melalui jalur energi, pupuk, dan logistik," ujarnya, seperti dikutip Bloomberg, Rabu 29 April 2026. 

"Gangguan di sekitar Selat Hormuz telah mendorong harga minyak mentah serta meningkatkan biaya pupuk dan pengiriman," imbuhnya.

Komoditas yang sangat bergantung pada pupuk seperti gandum dan jagung menjadi yang paling terdampak. 

Harga gandum di Chicago Board of Trade melonjak sekitar 11 persen sejak akhir Februari dan mencapai titik tertinggi hampir dua tahun, sementara jagung naik 6 persen dalam dua bulan terakhir ke level tertinggi dalam setahun.

Kenaikan biaya produksi membuat sebagian petani mengurangi area tanam. Di saat yang sama, kekeringan di Great Plains AS serta cuaca ekstrem di Australia dan Rusia memperbesar tekanan terhadap pasokan global.

"Cuaca kini menjadi lapisan risiko utama kedua," kata Cheang. Ia menilai potensi El Nino tahun ini dapat memukul produksi komoditas seperti minyak sawit, kedelai, dan jagung karena suhu tinggi dan gangguan curah hujan.

Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago melonjak hampir 50 persen sepanjang tahun ini ke level tertinggi sejak 2022, didorong kebijakan biofuel AS dan kenaikan harga energi. Minyak sawit juga naik sekitar 12% seiring peningkatan penggunaannya untuk biofuel di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

"Perang bersifat inflasioner bagi pangan, terutama melalui gangguan energi, pupuk, dan pengiriman, dengan dampak yang luas, global, dan tertunda," ujar Oscar Tjakra, analis senior di Rabobank Singapura. Ia memperkirakan inflasi pangan bisa naik beberapa poin persentase dalam 6 hingga 18 bulan jika konflik terus berlanjut.

Tekanan tidak hanya terjadi pada biji-bijian dan minyak nabati. Biaya bahan bakar yang tinggi juga berdampak pada komoditas lain seperti kopi dan kapas, karena mahalnya distribusi dari produksi hingga ekspor.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya