Berita

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. (Foto: RMOLJateng)

Politik

May Day Kondusif Penting untuk Jaga Iklim Investasi

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kaum buruh diajak merayakan May Day melalui kegiatan konstruktif guna menjaga hubungan industrial yang kondusif dan mendukung iklim investasi daerah. 

Stabilitas wilayah dinilai berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan buruh melalui penguatan kualitas SDM dan akses program pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan dialog bersama serikat buruh serta pekerja di Truntum Gama, Kota Semarang, Jateng.


“Para buruh dalam merayakan May Day harus melalui kegiatan konstruktif guna menjaga kondusivitas di setiap wilayah. Pada peringatan May Day nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif tanpa mengurangi hakikat May Day itu sendiri, yaitu menjaga hubungan industrial yang kondusif,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Ia menekankan kegiatan konstruktif diperlukan untuk membangun hubungan industrial yang sehat antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah, terutama di tengah kondisi global yang turut berdampak hingga ke Jateng.

"Kondusivitas serta jaminan keamanan dan ketertiban wilayah merupakan salah satu syarat penting investasi. Hal itu juga yang menjadi daya tarik Jateng (di mata) para investor. Begitu tidak kondusif, maka investasi di tempat kita akan terganggu," jelas Luthfi. 

Berkat jaminan kondusivitas tersebut, realisasi investasi di Jateng pada 2025 mencapai Rp 88,5 triliun, terdiri atas Rp 50,86 triliun penanaman modal asing (PMA) dan Rp37,64 triliun penanaman modal dalam negeri (PMDN). 

Sementara itu, realisasi investasi untuk usaha mikro kecil (UMK) sebesar Rp 21,52 triliun. Dengan demikian, total investasi di Jateng pada 2025 menyentuh Rp 110,02 triliun. Tingginya investasi tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jateng yang mencapai 5,37 persen pada 2025.

Ditambahkannya, selain kondusivitas, aspek lain yang menentukan masuknya investasi adalah kemudahan dan kecepatan perizinan. 

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen mengawal seluruh proses perizinan investasi yang masuk ke wilayahnya, serta memperbanyak kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus untuk menarik investor.

Di hadapan perwakilan 78 serikat buruh dan pekerja yang hadir, Luthfi membuka ruang dialog guna menyerap berbagai aspirasi mereka. Sejumlah permasalahan yang disampaikan meliputi pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pesangon yang belum dipenuhi pihak perusahaan, hingga persoalan kesejahteraan pekerja dan buruh. 

Menanggapi hal tersebut, Luthfi menyampaikan bahwa Pemprov Jateng terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan upah tenaga kerja yang kompetitif.

Peningkatan SDM dilakukan melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik yang terkoneksi dengan perusahaan. Langkah tersebut ditempuh agar tenaga kerja lokal dapat terserap investasi yang masuk, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Luthfi menyebut sekitar 340.000 tenaga kerja di Jateng telah terserap industri sehingga mampu mereduksi TPT. 

"Kami ingin pekerja dan buruh bukan (diperlakukan) sebagai alat produksi, melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan," tegasnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz menambahkan Pemprov jateng memiliki program 3 juta rumah untuk para buruh dan pekerja berpenghasilan rendah.

“Pemprov Jateng juga menyosialisasikan program 3 Juta Rumah yang difasilitasi oleh Bank Jateng serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng, dengan sasaran utama para buruh dan pekerja berpenghasilan rendah. Harapannya, nanti disosialisasikan dan ditindaklanjuti untuk anggota serikat buruh dan pekerja, sehingga dapat mengakses perumahan dari program pemerintah tersebut," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya