Susi Pudjiastuti. (Foto: Humas KKP)
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, menyambut positif pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen Bank bjb dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Menurut Iswara, sosok Susi dinilai memiliki integritas kuat yang dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola dan arah strategis bank bjb ke depan.
"Figur Bu Susi itu dikenal punya integritas. Ini penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong perbaikan tata kelola di tubuh bank bjb," ujar Iswara dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, 29 April 2026.
Ia juga menilai, kehadiran Susi berpotensi memperkuat peran bank bjb dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk mendorong skema pembiayaan yang lebih sehat bagi pelaku usaha.
Ia juga menilai, kehadiran Susi berpotensi memperkuat peran bank bjb dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk mendorong skema pembiayaan yang lebih sehat bagi pelaku usaha.
"Seperti yang diinginkan Bu Susi, bank bjb harus hadir untuk UMKM, termasuk mengambil peran dalam mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap pinjaman online. Ini bisa jadi langkah strategis jika dikelola dengan baik," katanya.
Selain itu, Iswara turut mengapresiasi capaian kinerja bank bjb yang menargetkan pembagian dividen hingga mencapai Rp900 miliar kepada para pemegang saham.
"Target dividen Rp900 miliar ini patut diapresiasi. Artinya kinerja perusahaan cukup baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pemegang saham, termasuk pemerintah daerah," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Susi Pudjiastuti menyoroti peran strategis bank daerah dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM di Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk besar serta garis pantai utara dan selatan yang panjang, ia melihat potensi ekonomi yang belum tergarap optimal.
"Jabar dengan penduduk yang besar pantai utara dan selatan sangat panjang, UMKM salah satu kekuatan masyarakat Jawa Barat, contoh Pangandaran itu PDB penduduknya bagus. Kalau bisa kultur ini ditularkan ke semua bagian," ungkapnya.
Tak berhenti di situ, Susi juga menyinggung fenomena maraknya pinjaman online (pinjol) di Jawa Barat. Ia bahkan menggagas agar bank bjb mampu mengambil alih sebagian pasar tersebut sebagai langkah konkret melindungi masyarakat dari bunga tinggi.
"Pinjol di Jabar besar sekali, kalau itu bisa ditake over oleh Bank Jabar. 50 persen target pertama saya yakin bisa dan kita membantu orang, menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol," tegas Susi.
Meski demikian, ia mengakui upaya tersebut membutuhkan proses panjang, termasuk dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.
"Tapi tentu ini ada tahapannya dan mungkin Pak Gub harus meminta cara membatasi pinjol di Jabar agar bjb bisa ambil porsi. Hal-hal seperti itu," tandasnya.