Berita

Direktur Eksekutif Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. (Foto: Dokumentasi DEEP)

Politik

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

RABU, 29 APRIL 2026 | 23:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komunikasi publik Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi dalam merespons insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dinilai absurd dan tidak menyelesaikan persoalan. 

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati kepada RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Neni justru bertanya apakah Menteri Arifah paham atau tidak mengenai konsep kesetaraan gender. 


“Bahwa ketika kita bicara kepentingan perempuan maka di dalamnya juga menyangkut kepentingan laki-laki,” kata Neni.

Menurut dia, jika usulan Menteri Arifah dalam menyikapi insiden kecelakaan transportasi umum hanya sekadar memindahkan gerbong kereta khusus perempuan, justru tidak menyelesaikan persoalan. 

“Ketika ibu mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan pada KRL Commuter Line ke bagian tengah rangkaian, ini tuh tidak menyelesaikan persoalan, tidak relevan, dan bahkan absurd,” tegas Aktivis Muda Muhammadiyah ini.

Ia menegaskan, Menteri PPPA selaku representasi pemerintah atau negara itu seharusnya hadir untuk memastikan keselamatan, kenyamanan dan keamanan pada warganya baik itu laki-laki ataupun perempuan. 

“Sebagaimana tertera dalam UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian. Dan negara itu harusnya hadir dengan solusi sistemik bukan solusi teknis yang tidak nyambung seperti ini,” sesalnya. 

Atas dasar itu, Neni mengajak Menteri Arifah untuk memperbaiki komunikasi publik yang berbasis empati, sekaligus menunjukkan kehadiran negara dengan memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi. 

“Mari perbaiki Bu, komunikasi publiknya,” tuturnya. 

Apalagi, kata Neni, background pendidikan Menteri Arifah adalah alumni Magister Komunikasi yang seharusnya paham substansi yang perlu disampaikan ke ruang publik. 

“Tentu saya berharap tidak lagi kejadian Menteri-Menteri yang menyampaikan komunikasi ke ruang publiknya itu blunder. Semoga ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong wanita ke tengah rangkaian. Usulan itu dimaksudkan sebagai langkah mitigasi pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. 

“Kami mengusulkan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah,” kata Arifatul di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Menurut Arifah, gerbong laki-laki dapat ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian kereta. Usulan disampaikan Arifah setelah melihat komposisi korban perempuan dalam kecelakaan tersebut.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya