Berita

(Foto: Dok. PLN)

Bisnis

PLN-Kemendes PDT Teken MoU

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

RABU, 29 APRIL 2026 | 22:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi desa mandiri melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan Tenaga Listrik dalam Rangka Peningkatan Perekonomian dan Produktivitas di Desa dan Daerah Tertinggal, yang dilaksanakan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa 28 April 2026.

Kolaborasi ini mencakup integrasi data dan pemetaan kebutuhan energi desa, percepatan akses listrik di wilayah terbatas, pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi produktif, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis potensi lokal guna menciptakan sistem energi desa yang mandiri dan berkelanjutan.


Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa kemandirian desa yang berkelanjutan memerlukan langkah strategis untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya melalui penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

"Desa hari ini bukan hanya objek pembangunan tapi subjek pembangunan. Maka saat yang tepat kita harus melakukan dan memastikan semua energi kita untuk kita arahkan ke desa, biar desa itu berdaya, mandiri dan bisa maju," kata Yandri.

Sementara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan akses listrik yang merata dan andal hingga ke desa-desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi baru.

"Ini ada semangat bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu bukan hanya tulisan di atas kertas, tapi harus diwujudkan dalam bentuk yang nyata," tuturnya.

"Desa bukan lagi halaman belakang, tetapi ujung tombak titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karena itu, bagaimana akses terhadap energinya tidak boleh tertinggal lagi," imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, ini bisa kita laksanakan kalau kita membangun kolaborasi. Untuk itu kita siap laksanakan dan insyaAllah bisa terwujud,” pungkas Darmawan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya