Berita

Ilustrasi Mengapa Mobil Mati di Tengah Perlintasan KRL (Sumber: Gemini Generated Image)

Otomotif

Mengapa Mobil Mati di Tengah Perlintasan KRL? Ini Penjelasannya

RABU, 29 APRIL 2026 | 19:37 WIB | OLEH: TIFANI

RMOL.Kasus mobil yang tiba-tiba mati di tengah perlintasan kereta rel listrik (KRL) terus berulang di berbagai daerah di Indonesia. Dalam banyak kejadian, insiden ini berujung fatal karena kendaraan tidak sempat diselamatkan saat kereta melaju kencang.

Dikutip dari berbagai sumber ada beberapa penyebab mesin mobil bisa tiba-tiba mati saat melintas di rel, salah satunya disebabkan emisi elektromagnetik. Rel kereta memang dialiri arus listrik, terutama pada jalur KRL, sehingga menghasilkan medan magnet di sekitarnya. 

Arus listrik ini mengalir melalui kabel penghantar yang terpasang di sistem perkeretaapian. Medan elektromagnetik yang kuat dapat memengaruhi perangkat elektronik, termasuk sistem kelistrikan pada mobil. 


Salah satu komponen vital adalah Electronic Control Unit (ECU), yang berfungsi sebagai “otak” kendaraan. Jika ECU terganggu, maka sistem pembakaran dan pengapian mesin bisa berhenti, menyebabkan mobil mendadak mogok di atas rel.

Beberapa pendapat menyebutkan bahwa pengaruh medan magnet ini bisa dirasakan bahkan saat kereta berada dalam jarak ratusan meter. Ketika lokomotif mendekat, arus listrik yang semakin besar berpotensi menghasilkan medan magnet lebih tinggi. 

Dalam kondisi tertentu, terutama jika kendaraan tidak dalam putaran mesin optimal, gangguan ini disebut bisa memicu mesin mati. Namun demikian, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjelaskan bahwa penyebab utama kendaraan mogok di perlintasan tidak semata-mata karena medan magnet. 

Mengutip laman resmi KAI, faktor teknis kendaraan, seperti kondisi mesin, aki lemah, atau kesalahan pengemudi dalam mengoperasikan transmisi, justru lebih sering menjadi penyebab utama. Misalnya, saat mobil melintas di rel dengan gigi yang tidak sesuai atau putaran mesin terlalu rendah, kendaraan bisa kehilangan tenaga dan berhenti. 

Kondisi ini diperparah jika pengemudi panik atau terlambat mengambil tindakan saat mesin mulai bermasalah. Pengendara diimbau untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas di perlintasan kereta. 

Selain itu, gunakan gigi rendah dan jaga momentum agar mobil tidak kehilangan tenaga saat melintasi rel.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya