Berita

Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal, Laksma TNI Salim di Mako Koarmada RI, Jakarta, Selasa, 28 April 2026. (Foto: Dispen Koarmada)

Pertahanan

Kapusjianmar Seskoal:

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

RABU, 29 APRIL 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran membuat banyak negara di dunia, termasuk Indonesia terkena dampak dari perang tersebut.

Atas dasar itu, saatnya Indonesia menunjukkan taring diplomasinya dalam menjaga perdamaian dunia dengan memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif.  

“Diplomasi Bebas Aktif Indonesia lahir dari fondasi ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945. Nilai-nilai Pancasila memberikan arah moral, sementara UUD 1945 memberikan legitimasi konstitusional untuk kebijakan luar negeri yang merdeka dan aktif. Kombinasi keduanya menegaskan peran Indonesia di kancah global tanpa subordinasi terhadap kekuatan asing,” kata Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal, Laksma TNI Salim dalam FGD di Mako Koarmada RI, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.


Lanjut dia, langkah politik luar negeri bebas aktif Indonesia kerap mendapatkan permasalahan dalam praktiknya. Hak itu terjadi karena adanya tekanan struktural yang menyangkut aspek energi dan ekonomi.

Maka dari itu, Salim menekankan perlunya paradigma baru dalam diplomasi Indonesia yang lebih proaktif untuk menjaga keseimbangan serta terintegrasi secara smart power.

“Kita perlu paradigma diplomasi Pancasila, navigasi bebas aktif di tengah badai. Indonesia harus menjadi pemimpin bagi negara-negara yang terdampak untuk menekan pemulihan jalur logistik dan navigasi di Selat Hormuz,” jelasnya.

Jebolan AAL 1995 ini juga menekankan bahwa Indonesia harus memiliki keberanian untuk menolak subordinasi terhadap agenda global negara besar.

“Intinya adalah jadilah Indonesia memanfaatkan posisi sebagai middle power untuk menjadi penyeimbang dan fasilitator de-eskalasi konflik,” imbuhnya.

Lanjut Salim, diplomasi Pancasila butuh kebijakan luar negeri yang konsisten dalam berbagai forum internasional yakni perjuangan menghapus penjajahan di atas dunia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.

“Perang modern bukan soal siapa yang paling kuat, tapi siapa paling tahan, paling pintar bermain narasi dan paling kuat posisi diplomatiknya. Jangan menjadi Amerika, jangan menjadi Iran dan jangan menjadi China, jadilah Indonesia,” tandasnya.       


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya