Berita

Andrianto Andri bersama Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Menteri LH Jumhur Hidayat dalam Pandangan Seorang Rekan Aktivis

SELASA, 28 APRIL 2026 | 12:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengangkatan Muhammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam reshuffle Kabinet Merah Putih menuai apresiasi dari kalangan aktivis. Sosok Jumhur dinilai memiliki kapasitas, integritas, serta rekam jejak panjang dalam perjuangan sosial dan kebangsaan.

Pegiat sosial-politik sekaligus eksponen Reformasi 1998, Andrianto Andri, mengaku telah mengenal dekat Jumhur sejak era Orde Baru hingga berbagai fase dinamika politik nasional.

“Sebagai kawan yang cukup lama berinteraksi dengan Jumhur Hidayat, saya sangat mengapresiasi pengangkatan beliau sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto. Saya mengenal beliau sejak masa Orde Baru hingga Reformasi,” ujar Andri, Selasa, 28 April 2026.


Menurut Andri, keputusan Presiden Prabowo menunjuk Jumhur merupakan langkah tepat. Ia menilai Jumhur sebagai figur dengan karakter kuat dan daya juang tinggi, khususnya dalam menghadapi persoalan bangsa di sektor lingkungan hidup.

Ia juga menyoroti perjalanan panjang kebersamaannya dengan Jumhur, termasuk saat keduanya berada dalam lingkaran aktivisme yang dipengaruhi oleh tokoh Adi Sasono pada masa pemerintahan B. J. Habibie.

“Waktu itu dunia aktivis terpecah, ada yang mendukung Habibie dan ada yang menolaknya. Kami termasuk yang mendukung,” jelasnya.

Hubungan keduanya berlanjut pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu, Jumhur dipercaya menjabat sebagai Kepala BNP2TKI, sementara Andri juga terlibat sebagai pendukung pemerintah.

Memasuki era Joko Widodo, Andri mengungkapkan bahwa dirinya dan Jumhur sempat berada di jalur politik berbeda, sebelum akhirnya kembali bersama dalam barisan oposisi.

Keduanya kemudian terlibat dalam pembentukan Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada 2020. Dalam periode tersebut, Jumhur dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penolakan terhadap UU Omnibus Law.

Andri juga menyinggung konsekuensi dari sikap kritis tersebut, termasuk proses hukum yang sempat dijalani Jumhur. Namun, menurutnya, hal itu justru menunjukkan konsistensi dan keberanian dalam memperjuangkan prinsip.

Kini, kembalinya Jumhur ke pemerintahan di era Presiden Prabowo dinilai sebagai momentum penting. Andri meyakini, negara membutuhkan figur dengan idealisme kuat untuk menangani persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Ia menyoroti kondisi kerusakan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi dan Halmahera, yang dinilai mengalami tekanan akibat eksploitasi berlebihan.

Menurutnya, kehadiran Jumhur diharapkan mampu mendorong upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi alam bagi generasi mendatang.

“Alam ini harus dilestarikan karena merupakan warisan bagi anak cucu kita. Tidak boleh dieksploitasi secara berlebihan hingga kehilangan daya dukungnya,” pungkas Andri.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya