Berita

Minyakita. (Foto: RMOL)

Nusantara

Minyak Goreng Naik, Pedagang di Semarang Menjerit

SENIN, 27 APRIL 2026 | 21:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Semarang terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini dikeluhkan pedagang hingga pelaku usaha kecil karena berdampak langsung pada biaya produksi.

Pantauan Kantor Berita RMOLJateng di Pasar Peterongan, Pasar Johar, dan Pasar Karangayu, harga minyak goreng, baik kemasan maupun curah mengalami tren kenaikan pasca Lebaran.

Pedagang di Pasar Peterongan, Rina, mengatakan hampir seluruh merek minyak goreng mengalami kenaikan. Minyak goreng Sunco naik dari Rp23.000 menjadi Rp25.000 per liter, sementara Filma dari Rp21.000 menjadi Rp23.000 per liter.


“Kenaikannya rata-rata Rp2.000 sampai Rp3.000. Sudah terasa sejak dua mingguan setelah Lebaran,” ujar Rina pada Senin, 27 April 2026.

Kenaikan juga terjadi pada Bimoli yang kini menyentuh Rp25.000 per liter dari sebelumnya Rp23.000. Sementara Minyakita ukuran satu liter naik dari kisaran Rp20.000-Rp21.000 menjadi Rp22.000.

Harga minyak goreng curah pun ikut terdongkrak, dari Rp22.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, dengan kenaikan bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Johar. Pedagang Darto menyebut kenaikan harga terjadi hampir merata, bahkan pasokan Minyakita sempat tersendat.

“Minyakita sempat kosong, kalaupun ada jumlahnya terbatas. Sekarang sudah ada, tapi harganya ikut naik,” kata Darto.

Di Pasar Karangayu, pedagang Siti Aminah mengaku kenaikan sudah terjadi sejak menjelang Lebaran dan belum menunjukkan tanda penurunan.

“Sudah naik dari sebelum Lebaran, sampai sekarang belum turun. Pembeli tetap beli karena kebutuhan,” ujarnya.

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada pelaku usaha kuliner kecil. Pedagang warteg di kawasan Pleburan, Slamet Riyadi, mengaku harus memutar otak agar harga jual tetap terjangkau.

“Minyak goreng itu kebutuhan utama. Kalau naik terus, biaya masak ikut naik. Tapi kalau harga makanan dinaikkan, takut pelanggan lari,” keluhnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya