Berita

Jusuf Kalla dan Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Publika

JK-Jokowi Tidak Pernah Benar-benar Sejalan

SENIN, 27 APRIL 2026 | 14:33 WIB

PASANG SURUT Joko Wododo alias Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) diceritakan Panda Nababan dalam podcast YouTube @MajalahKeadilanTV, baru-baru ini.

Bagi Bang Panda--begitu beliau sering disapa-- hubungan Jokowi dan JK seperti saat ini bukanlah sesuatu yang aneh. Sejak dulu, sudah begitu juga. Tidak pernah benar-benar sejalan.

Bahkan, Bang Panda mengaku diminta khusus oleh Jokowi untuk menjadi penengah di antara dia dan Jokowi. 


Dulu itu ada istilah, menteri Jokowi dan menterinya JK terpisah.

Dan pada akhirnya, menteri JK seperti Anies Baswedan dan Sudirman Said dibabat (direshuffle) oleh Jokowi, bahkan belum setengah jalan, tanpa JK bisa berbuat apa-apa.

Artinya, klaim JK berjasa menjadikan Jokowi Presiden dan dibalas Jokowi bahwa dia bukan siapa-siapa, hanya orang kampung, kira-kira begitulah riilnya hubungan Jokowi dan JK, sebenarnya.

Jokowi menjadikan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, tanpa sepengetahuan JK. 

Sebab, Jokowi tahu pasti bahwa JK tak akan setuju dengan Luhut. Tapi, Jokowi maunya Luhut masuk kabinet.

Ternyata, memang, peran Luhut sangat besar diwaktu-waktu berikutnya. 

Luhut sengaja dipersiapkan Jokowi untuk mengerjakan banyak hal dalam pemerintahan. Luhut dianggap sebagai Perdana Menterinya Jokowi.

Agaknya strategi Jokowi memang menjadikan orang dari bawah agar orang itu tahu jasanya, bahwa dialah yang mendudukkan orang itu, hingga dia sampai di posisi puncak.

Dan tidak hanya Luhut, tapi Panglima TNI dan Kapolri di eranya, juga begitu. 

Orang yang memang ditentengnya dari bawah, hingga mencapai posisi puncak. Otomatis, jasa Jokowi menjadikan orang itu tak bisa terbantahkan.

Bahkan, aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis, bisa dilabrak Jokowi untuk menempatkan orang yang dia mau. 

Tidak hanya buat orang lain, tapi juga buat anaknya (keluarganya) juga demikian. Makanya wajar Jokowi masih kuat meski sudah tidak lagi menjabat.

Jokowi berhasil membangun satu persatu batu bata-batu bata kekuatannya, hingga orang yang berjasa terhadap dirinya bisa tersingkir, dan diganti dialah yang berjasa, bahkan atas keterpilihan Prabowo dan anaknya sendiri, Gibran.

Jokowi sepertinya tahu bahwa orang yang mengklaim berjasa atas dirinya seperti JK, sebelumnya Megawati, akan muncul di kemudian hari.

Makanya sejak awal dia sudah merancang orang-orang yang murni orang-orangnya sejak awal. 

Sehingga, klaim-klaim itu menjadi tidak relevan saat ini dan ke depan, tapi klaim-klaim dirinya terhadap orang lain justru dianggap relevan. Begitulah.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya