Berita

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Ekspatriat Maroko Nasser Bourita. (Foto: Istimewa)

Dunia

Dukung Otonomi Maroko, Inggris Nilai Solusi Sahara Paling Kredibel

SABTU, 25 APRIL 2026 | 14:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Inggris kembali menegaskan dukungannya terhadap proposal otonomi yang diajukan Maroko sebagai solusi atas konflik di wilayah Sahara.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menilai skema tersebut sebagai pendekatan paling realistis untuk mendorong perdamaian.

“Dukungan Inggris terhadap proposal otonomi Maroko merupakan dasar perdamaian di Sahara yang paling kredibel, layak, dan pragmatis,” ujar Cooper usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, di London, Kamis, 23 April 2026.


Sikap ini sejatinya bukan hal baru. Sebelumnya, dukungan serupa telah disampaikan dalam Dialog Strategis Maroko–Inggris yang digelar di Rabat pada 1 Juni 2025.

Dalam pernyataan bersama saat itu, kedua negara menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak secara konstruktif dalam proses politik yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Inggris juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian konflik melalui berbagai jalur, baik bilateral, regional, maupun internasional.

Selain isu Sahara, Cooper turut menyoroti hubungan bilateral Inggris dan Maroko yang dinilai semakin erat. Menurutnya, kemitraan kedua negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam membuka peluang kerja sama baru.

“Kemitraan dengan Kerajaan Maroko merupakan sumber nilai yang besar bagi rakyat kedua negara, khususnya melalui peluang kerja sama yang terkait dengan Piala Dunia 2030,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya