Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 23:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aktivitas penegakan hukum oleh Bareskrim Polri sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026 menunjukkan tren peningkatan. Dua direktorat, yakni Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) dan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus), mencatat sejumlah pengungkapan kasus strategis.

Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama menilai langkah tersebut mencerminkan keseriusan institusi kepolisian dalam berbenah.

“Hal ini menandakan bahwa Polri saat ini benar benar bekerja secara profesional dan mampu bertransformasi berdasarkan kebutuhan negara,” kata Sandri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 24 April 2026.


Lanjut dia, Dittipidter sukses bergerak di sektor kejahatan yang berkaitan dengan sumber daya alam, lingkungan, dan distribusi subsidi energi.

Pada November 2025, aparat mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi. Dalam waktu 13 hari, tercatat 223 perkara berhasil dibongkar dengan 330 orang ditetapkan sebagai tersangka. Potensi kerugian negara dari kasus ini mencapai Rp243 miliar. 

“Praktik ilegal tersebut dilakukan melalui berbagai cara, seperti pemalsuan barcode, penggunaan tangki modifikasi, hingga pengoplosan gas LPG,” bebernya.

Selanjutnya pada Februari 2026, pengungkapan juga terjadi dalam kasus penyelundupan timah ilegal ke Malaysia. Operasi yang melibatkan Polda Bangka Belitung ini berhasil mengamankan 11 tersangka, termasuk pihak yang diduga sebagai penyokong dana jaringan.

Kasus lain yang turut ditangani adalah dugaan pembalakan liar di Sumatera Utara. Pada Desember 2025, perkara ini naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan bukti terkait kayu gelondongan yang terbawa arus banjir.

“Di sisi lain, Dittipideksus fokus pada penanganan kejahatan ekonomi, mulai dari sektor perbankan hingga perdagangan ilegal,” jelas Sandri.

Pada Februari 2026, penyidik melakukan penggeledahan terhadap kantor sekuritas di Jakarta Selatan yang diduga terlibat praktik manipulasi pasar atau “saham gorengan”, sekaligus terkait tindak pidana pencucian uang.

“Kasus pembobolan rekening dormant di salah satu bank BUMN di Jawa Barat juga berhasil diungkap pada September 2025,” jelasnya lagi.

Selain itu, aparat menyita ribuan bal pakaian bekas impor ilegal pada Juli 2024. Total barang bukti mencapai 3.332 bal yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk Tanjung Priok dan Bandung.

Dalam perkembangan lain, Dittipideksus juga menangani perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari aktivitas tambang emas ilegal di Kalimantan Barat. Proses penyidikan mencakup penggeledahan di sejumlah daerah, seperti Surabaya dan Nganjuk.

“Rangkaian pengungkapan kasus ini memperlihatkan peningkatan kinerja penegakan hukum di tubuh Polri,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya