Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Melonjak ke 105 Dolar AS

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 09:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak mentah dunia terus mengalami kenaikan seiring meningkatnya ketegangan di Iran yang memancing kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Pada awal perdagangan, harga sempat naik hingga sekitar 5 Dolar AS per barel sebelum akhirnya sedikit terkoreksi, namun tetap ditutup menguat. 

Dikutip dari Reuters, Jumat 24 April 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, harga minyak Brent berakhir di level 105,07 Dolar AS per barel atau naik 3,1 persen, sementara West Texas Intermediate (WTI) ditutup di 95,85 Dolar AS per barel atau naik 3,11 persen.


Situasi geopolitik semakin memanas setelah laporan bahwa negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengundurkan diri dari pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Pengunduran diri ini dipandang sebagai sinyal menguatnya kelompok garis keras di Iran yang cenderung menolak kompromi.

Di waktu yang sama, kantor berita Iran melaporkan bahwa sistem pertahanan udara aktif di Teheran untuk menghadapi target di atas kota tersebut. Ketegangan juga diperparah oleh laporan serangan pesawat tak berawak terhadap kelompok Kurdi anti-pemerintah di Irak.

Di tengah situasi tersebut, Iran menunjukkan kekuatan militernya di Selat Hormuz, jalur penting yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Presiden AS Donald Trump merespons dengan pernyataan tegas bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk “menembak dan menghancurkan kapal apa pun” yang memasang ranjau di selat tersebut. Pernyataan ini menambah ketegangan, meskipun sebelumnya ia juga memperpanjang gencatan senjata.

Meski gencatan senjata diperpanjang, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih terganggu. Iran dilaporkan menyita dua kapal, sementara AS tetap memberlakukan blokade terhadap perdagangan laut Iran dan bahkan mencegat beberapa kapal tanker di perairan Asia. Namun demikian, sebagian ekspor minyak Iran masih bisa berlangsung. 

Data menunjukkan sekitar 10,7 juta barel minyak berhasil keluar dari kawasan tersebut antara 13 hingga 21 April.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya