Berita

Forum Konsolidasi dan Diskusi Kebangsaan bertajuk “Merawat Persatuan, Menjaga Indonesia: Suara Pemuda di Tengah Krisis Global”. (Foto: Istimewa)

Politik

Mahasiswa Bukan Sekadar Pengkritik, tapi Bagian dari Solusi

RABU, 22 APRIL 2026 | 22:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mahasiswa tidak lagi berperan sebagai penyampai suara atau pesan masyarakat. Tetapi, juga menjadi filter informasi agar tetap sesuai fakta.

Seruan tersebut mengemuka dalam Forum Konsolidasi dan Diskusi Kebangsaan bertajuk “Merawat Persatuan, Menjaga Indonesia: Suara Pemuda di Tengah Krisis Global”, yang mempertemukan berbagai elemen mahasiswa lintas organisasi.

Koordinator Pusat BEM Nusantara, Muhammad Sardani, menyoroti tantangan era digital yang dipenuhi arus informasi tak selalu akurat. 


Ia menilai mahasiswa harus berperan sebagai penyampai informasi yang benar sekaligus penyeimbang di tengah masyarakat.

“Kita tidak hanya jadi penyampai suara, tapi juga harus memastikan informasi yang kita bawa valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Sardani di Jakarta, Rabu 22 April 2026.

Sardani juga menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik terhadap mahasiswa melalui kontribusi nyata.

“Mahasiswa harus hadir sebagai kawan masyarakat, bukan sekadar pengkritik, tapi juga bagian dari solusi,” ujarnya.

Bendahara Umum Presidium Nasional Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Tirta Gangga Listiawan menambahkan, mahasiswa harus mampu memahami substansi isu, bukan sekadar mengikuti arus yang sedang viral.

“Mahasiswa harus paham posisi Undang-Undang Dasar sebagai norma dasar. Jangan sampai ikut menggiring opini tanpa memahami mekanisme konstitusi yang benar,” ujarnya.

Menurut Tirta, literasi hukum dan politik menjadi kunci agar mahasiswa tidak terjebak dalam narasi yang berpotensi memecah belah. Ia juga mengingatkan bahwa ketidakstabilan nasional dapat berdampak luas, mulai dari ekonomi hingga keamanan.

“Kalau persatuan terganggu, dampaknya ke mana-mana investasi menurun, ekonomi terganggu, hingga stabilitas negara terancam,” tegasnya. pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya