Berita

Proses penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta. (Foto: Berita Jakarta)

Nusantara

Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu Dilakukan Sesuai Rekomendasi MUI

SELASA, 21 APRIL 2026 | 11:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Petugas gabungan kembali melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di Pintu Air Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar memastikan dalam proses penanganan ikan invasif tersebut dilakukan sesuai rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait tata cara penguburan. Sebelum ikan dikubur, seluruh ikan dipastikan dalam kondisi mati.

"Agar tidak menimbulkan kekeliruan ke depannya, kami melaksanakan proses ini sesuai saran MUI. Hari ini sudah berjalan dengan baik," ujarnya, Selasa, 21 April 2026.


Anwar menjelaskan, pengendalian ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah dengan melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari unsur Pemkot Jakarta Selatan, TNI, dan unsur masyarakat. 

"Pada kegiatan kali ini, ditargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu kita tangkap. Pada Jumat lalu, petugas berhasil mengumpulkan sekitar 5,3 ton ikan sapu-sapu," terangnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta dalam menjaga kualitas lingkungan dan air. 

Keberadaan ikan sapu-sapu dinilai berdampak signifikan terhadap ekosistem perairan, khususnya terhadap populasi ikan lokal yang biasa dikonsumsi masyarakat.

"Populasi ikan lokal menurun karena telur-telurnya dimangsa oleh ikan sapu-sapu," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan penangkapan akan dilakukan secara intensif dua kali dalam sepekan dengan fokus pada wilayah hulu. Langkah ini diharapkan dapat menekan populasi ikan sapu-sapu hingga ke wilayah hilir.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas lingkungan dan air semakin baik sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya