Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Positif Jelang Perundingan Iran-AS

SELASA, 21 APRIL 2026 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Selasa, 21 April 2026, didorong harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meskipun retorika kedua pihak masih memanas. 

Dikutip dari CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan naik sekitar 1,5 persen, sementara Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil juga menguat sekitar 0,9 persen. 

Di Jepang, Nikkei 225 naik sekitar 0,5 persen dan indeks Topix ikut menguat tipis. 


Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah sekitar 0,2 persen. Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng juga mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya. 

Pasar di China dan India juga berada dalam kondisi jeda saat laporan ini dibuat.

Sentimen positif hari ini justru muncul saat Presiden Donald Trump memperingatkan potensi eskalasi militer jika tidak ada kesepakatan sebelum tenggat gencatan senjata.

Sementara pihak Iran melalui Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman dan bahkan mengisyaratkan kesiapan strategi baru.

Perkembangan ini membuat investor cenderung tetap optimistis dalam jangka pendek. Mereka menilai risiko geopolitik untuk sementara bisa diabaikan, dengan fokus pada prospek ekonomi global yang dinilai masih cukup stabil dalam beberapa bulan ke depan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya