Berita

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison. (Foto: Humas Kemenko PM)

Nusantara

Kemenko PM Perkuat Modal Sosial dan Kolaborasi Ekonomi Desa

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melakukan penguatan strategis di Kabupaten Lampung Timur dengan mengedepankan paradigma pemberdayaan berbasis komunitas. 

Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalisasi potensi lokal melalui peningkatan modal sosial dan ekonomi demi mewujudkan kemandirian daerah yang berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa kekuatan utama pembangunan terletak pada sinergi antara kebijakan pemerintah dan inisiatif masyarakat. 


Ia menilai pendekatan yang murni bersifat top-down sering kali mengabaikan dinamika lokal yang sebenarnya menjadi motor penggerak ekonomi.

"Kehadiran kami di Lampung Timur adalah untuk memastikan konsep 'Perintis Berdaya' tumbuh bersama kearifan lokal. Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, di mana setiap local champion atau tokoh penggerak lokal menjadi pilar utamanya," ujar Leontinus dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Dalam rangkaian acara ini, Kemenko PM menggelar sesi Dialog Bersama Deputi (DBD) yang menekankan pentingnya partisipasi publik yang bermakna. Leontinus menyatakan bahwa sebagai penyelenggara negara, pihaknya berperan sebagai pendengar aktif untuk menjaring aspirasi riil dan solusi inovatif langsung dari para pelaku usaha serta pengelola koperasi. 

Hal ini krusial agar regulasi yang dihasilkan melalui fungsi Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian (KSP) dapat bersifat inklusif dan solutif bagi kebutuhan lapangan.

Ekosistem pemberdayaan ini difokuskan pada empat pilar utama: Inovasi Digital, Literasi Keuangan, Ekosistem Kewirausahaan, dan Pelindungan Pekerja Migran. Di Lampung Timur, pilar-pilar ini diimplementasikan untuk memperkuat sektor UMKM, koperasi, serta sistem pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terintegrasi.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut hangat kolaborasi ini sebagai energi baru bagi visi "Lampung Timur Makmur". 

"Kami berkomitmen menyelaraskan gerak pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, kami yakin potensi besar pertanian dan UMKM di desa-desa kami akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri," ungkap Ela.

Sementara itu, Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam penguatan standar pelindungan tenaga kerja. 

"Kami mendukung penuh rencana aksi nasional pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis agar mereka mampu bersaing secara global dengan jaminan keselamatan kerja yang mumpuni," tuturnya.

Leontinus menutup dengan menekankan bahwa pelindungan PMI harus dimulai dari penguatan modal sosial di tingkat desa. 

"Negara hadir untuk memastikan jaringan dukungan komunitas di desa menjadi benteng perlindungan pertama bagi pekerja migran kita, memastikan mereka berangkat dengan informasi yang benar dan pulang dengan kesuksesan yang berkelanjutan," tegasnya.

Kegiatan ini turut melibatkan akademisi, asosiasi pengusaha, serta organisasi masyarakat sipil dalam lokakarya strategi pembangunan ekosistem yang kolaboratif dan berkelanjutan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya