Berita

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Program 3 Juta Rumah Gandeng 185 Industri, Serap Tenaga Kerja

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui efek berganda (multiplier effect) yang luas.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa program ambisius tersebut akan menggerakkan sedikitnya 185 industri turunan, sekaligus membuka peluang kerja dalam skala besar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip Kamis, 16 April 2026. 


Ia menjelaskan, keterlibatan ratusan industri tersebut terbagi dalam dua sektor utama, yakni hulu dan hilir. 

Dari sisi hulu, program ini akan mendongkrak permintaan material dasar seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, hingga cat yang menjadi fondasi utama pembangunan.

Sementara di sektor hilir, geliat ekonomi akan terasa pada sektor UMKM furnitur, produsen elektronik rumah tangga, jasa desain interior, hingga layanan asuransi dan perbankan yang ikut menopang ekosistem perumahan. 

Bahkan, peningkatan aktivitas di sektor hilir diprediksi semakin intens setelah proses serah terima rumah berlangsung.

Lebih jauh, Qodari menekankan bahwa dampak program ini juga signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Setiap pembangunan satu unit rumah tapak rata-rata melibatkan lima hingga tujuh pekerja, belum termasuk profesi pendukung seperti arsitek, insinyur sipil, mandor, hingga pekerja sektor informal di sekitar proyek.

"Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat," pungkas dia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya