Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Naik Lagi, Eropa Tembus 150 Dolar AS

SELASA, 14 APRIL 2026 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia naik sekitar 4 persen setelah Amerika Serikat (AS) memulai blokade terhadap kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran. Hal ini memicu kekhawatiran besar terhadap pasokan energi global sekaligus ancaman balasan dari Iran setelah buntunya perundingan damai.

Dikutip dari Reuters, Selasa 14 April 2026, pada penutupan Senin harga minyak mentah Brent naik 4,4 persen menjadi sekitar 99,36 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,6 persen ke level 99,08 Dolar AS per barel. Bahkan dalam perdagangan harian, harga sempat melonjak lebih tinggi sebelum akhirnya turun kembali.

Di sisi lain, pasar minyak fisik menunjukkan lonjakan yang lebih ekstrem. Harga minyak untuk pengiriman langsung ke Eropa dilaporkan mencapai rekor sekitar 150 Dolar AS per barel, mencerminkan ketegangan nyata di sisi pasokan.


Blokade AS terhadap Iran memperparah gangguan pasokan energi, terutama karena Iran turut mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair dunia. Presiden AS Donald Trump mengklaim hanya 34 kapal yang melintasi selat tersebut pada hari Minggu, jauh di bawah angka normal yang biasanya melebihi 100 kapal per hari. Situasi ini meningkatkan risiko krisis energi global, apalagi Iran mengancam akan membalas negara-negara di kawasan Teluk.

Lonjakan harga energi bahkkan mulai terasa di berbagai negara. Di AS, konsumen mengurangi penggunaan kendaraan karena harga bensin dan solar kembali menyentuh level tertinggi sejak 2022. Di Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut negara-negara anggota harus berkoordinasi menghadapi lonjakan biaya energi, yang telah meningkat hingga 22 miliar Euro sejak perang dimulai. Arab Saudi juga memperkirakan ekspor minyak ke China akan menurun pada Mei, menandakan mulai terganggunya rantai pasok global.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi permintaan minyak dunia untuk kuartal kedua sebesar 500.000 barel per hari. Sementara Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan negara-negara anggota bisa saja melepas cadangan minyak darurat jika kondisi semakin memburuk, meski langkah tersebut diharapkan tidak perlu dilakukan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya