Berita

PM Australia, Anthony Albanese (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

Dunia

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

SENIN, 13 APRIL 2026 | 09:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Australia menegaskan tidak akan bergabung dalam rencana blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan usai gagalnya perundingan damai Washington-Teheran.

Dalam wawancara di acara Today Show Nine, Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan hingga kini Australia belum diminta terlibat dalam operasi tersebut, sekaligus menyatakan penolakan karena menilai kebijakan itu diambil secara sepihak. 

“Kami belum diminta, dan saya tidak berharap kami akan diminta," tegasnya, seperti dikutip dari AFP, Senin, 13 April 2026. 


Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan akan mengambil langkah keras terhadap jalur perdagangan strategis itu, menyusul kebijakan Iran yang disebut mengenakan tarif bagi kapal yang melintas.

Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan yang aman di laut lepas,” tegasnya melalui Truth Social.

Menteri Sumber Daya Australia Madeleine King menilai kebijakan blokade tersebut berpotensi menimbulkan tekanan serius terhadap perdagangan global di tengah kebutuhan deeskalasi konflik.

“Hal itu menempatkan perdagangan global pada posisi yang sangat sulit,” ujarnya kepada ABC AM program.

Ia juga menyoroti ketidakstabilan jangka panjang jika skema tarif di jalur perdagangan vital tersebut dipertahankan.

“Segala usulan mengenai kemungkinan pemberlakuan pungutan tol permanen di jalur perdagangan penting oleh rezim yang terdaftar sebagai organisasi teroris, bukanlah posisi yang berkelanjutan," tegas King.

Dari pihak oposisi, juru bicara luar negeri Australia Ted O’Brien menekankan bahwa setiap keterlibatan militer harus mempertimbangkan kepentingan nasional serta kesiapan kapasitas pertahanan Australia.

“Membuka kembali Selat Hormuz adalah demi kepentingan nasional kita, bukan? Jadi, itu sangat bagus. (Tetapi) aset apa yang dibutuhkan? Apakah kita memiliki kemampuan untuk mengirimkannya?” kata dia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya