Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Turun Tipis Jelang Pertemuan Iran-AS

SABTU, 11 APRIL 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia turun tipis dan mencatat penurunan mingguan paling tajam sejak 2022 menjelang pembicaraan gencatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 11 April 2026, pada penutupan Jumat, minyak mentah Brent turun 0,8 persen ke level 95,20 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,3 persen ke 96,57 Dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak dipicu oleh kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi Pakistan. Harapan bahwa konflik akan mereda membuat tekanan terhadap harga minyak berkurang, meskipun risiko belum sepenuhnya hilang.


Faktor utama yang masih menjadi perhatian pasar adalah kondisi di Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran di jalur tersebut saat ini masih sangat terbatas, bahkan kurang dari 10 persen dari volume normal. 

Iran juga dilaporkan ingin mengenakan biaya bagi kapal yang melintas sebagai bagian dari kesepakatan damai, namun gagasan ini ditolak oleh negara-negara Barat dan otoritas pelayaran internasional.

Gangguan di kawasan Teluk juga berdampak besar terhadap produksi. Serangan terhadap fasilitas energi telah mengurangi kapasitas produksi Arab Saudi sekitar 600.000 barel per hari. Secara keseluruhan, lebih dari 60 infrastruktur energi di kawasan tersebut terdampak serangan drone dan rudal, dengan beberapa fasilitas diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk kembali beroperasi.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa produsen di Timur Tengah memangkas produksi hingga sekitar 7,5 juta barel per hari pada Maret, dan angka ini diperkirakan meningkat menjadi 9,1 juta barel per hari pada April. Kondisi ini berpotensi mengubah pasar minyak global dari kelebihan pasokan menjadi defisit pada tahun ini.

Meski demikian, ada sinyal positif. Sejumlah produsen Timur Tengah mulai bersiap untuk kembali mengekspor minyak dengan meminta kilang di Asia menyusun jadwal pengiriman untuk April dan Mei, sebagai antisipasi normalisasi jalur distribusi.

Di sisi lain, Amerika Serikat diperkirakan akan memperpanjang izin bagi beberapa negara untuk tetap membeli minyak Rusia yang terkena sanksi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya