Berita

Mali Cabut Pengakuan Negara buatan Polisario (Foto: Istimewa)

Global

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

SABTU, 11 APRIL 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Mali secara resmi mencabut pengakuannya terhadap negara yang diproklamasikan sepihak oleh kelompok Polisario, yakni Sahrawi Arab Democratic Republic (SADR). 

Keputusan ini diumumkan di tengah kunjungan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, ke ibu kota Mali, Bamako.

Menteri Luar Negeri Mali, Abdoulaye Diop, menyampaikan langsung keputusan tersebut usai pertemuannya dengan Bourita. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah kajian mendalam terhadap isu Sahara yang dinilai berdampak besar pada stabilitas kawasan.


“Keputusan ini diambil setelah analisis mendalam terhadap isu penting Sahara, yang memiliki dampak terhadap perdamaian dan keamanan sub-regional,” ujar Diop dalam pernyataannya, dikutip redaksi, Sabtu 11 April 2026.

Dengan keputusan ini, Mali bergabung dengan semakin banyak negara yang menarik pengakuan terhadap kelompok separatis Polisario, yang selama ini didukung Aljazair dan menantang kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat.

Mali sendiri diketahui telah mengakui SADR sejak tahun 1980. Namun perubahan sikap terbaru ini menjadi pukulan baru bagi Polisario dan para pendukungnya, yang dinilai masih mempertahankan narasi lama serta menghambat proses politik yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tak hanya mencabut pengakuan, Mali juga secara tegas menyatakan dukungannya terhadap proposal Otonomi yang diajukan Maroko sebagai solusi konflik. Pemerintah Mali menilai rencana tersebut sebagai satu-satunya pendekatan yang serius dan kredibel untuk menyelesaikan sengketa.

“Mali memandang rencana otonomi yang nyata di bawah kedaulatan Maroko sebagai solusi paling realistis,” demikian pernyataan resmi pemerintah.

Mali juga menegaskan dukungannya terhadap proses politik yang dipimpin PBB melalui utusannya, Staffan de Mistura. Selain itu, negara tersebut menyatakan akan mengomunikasikan keputusan barunya kepada berbagai organisasi regional dan internasional, serta korps diplomatiknya.

Dukungan terhadap rencana Otonomi Maroko memang terus menguat di tingkat global. Lebih dari 120 negara disebut memandang inisiatif tersebut sebagai solusi paling realistis untuk mengakhiri konflik Sahara Barat. Uni Eropa dan PBB juga mendukung pendekatan ini sebagai jalan keluar yang memungkinkan.

Pada Oktober tahun lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2797 yang menegaskan pentingnya solusi politik realistis dan menyebut rencana otonomi sebagai pendekatan yang serius. Resolusi itu juga menyoroti peran Aljazair sebagai pihak utama dalam konflik dan mendesaknya untuk terlibat aktif dalam proses negosiasi.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Amerika Serikat (AS) memfasilitasi pembicaraan antara para pihak terkait, termasuk Aljazair, dengan kembali menegaskan dukungannya terhadap inisiatif otonomi sebagai solusi paling kredibel bagi sengketa Sahara Barat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya