Berita

Kolase Bahlil Lahadalia dan Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Mungkinkah JK-Bahlil Berkonspirasi soal Energi Dalam Negeri?

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 17:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kesamaan latar belakang antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, menjadi sorotan publik di tengah wacana potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Seliweran pembicaraan tentang potensi kenaikan harga BBM sempat menguat setelah JK ikut mengusulkannya, hingga memunculkan persepsi ada kongkalikong elite pengusaha yang juga berkelindan sebagai politikus.

Apalagi, ketika melihat fakta pemegang kebijakan tentang energi ada pada sosok Bahlil, yang notabene memiliki latar belakang sama dengan JK.


Baik JK maupun Bahlil, sama-sama besar dalam sebuah organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan kemudian berlanjut di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Tak cuma dari latar belakang organisasi, kedua sosok tersebut juga terjun politik praktis dan bisa duduk sebagai pejabat di pemerintahan karena perahu besar Partai Golkar.

Kesamaan JK dan Bahlil itu tak lantas menjadi alasan utama publik curiga ada semacam gerakan “Konspirasi Energi” di tengah kecamuk global perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Akan tetapi, ada catatan pengalaman dua sosok itu saat menjabat, yang dikhawatirkan berulang. Di mana, sejumlah pengamat politik mencatat peranan JK saat menjadi Wapresnya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melakukan konversi energi pokok rumah tangga masyarakat.

Diketahui, JK pada tahun 2007 menggagas adanya pemangkasan anggaran subsidi energi untuk masyarakat pengguna minyak tanah, dan pada akhirnya dimunculkan gas LPG 3 kilogram (Kg). Alasan yang dipakai, subsidi tak tepat sasaran, bahkan biaya produksinya disebut setara dengan bahan bakar pesawat (avtur).

Dalam implementasinya, memang efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat konversi minyak Tanah ke LPG 3 Kg terlihat, yakni ada penghematan sekitar Rp197,05 triliun dalam data akumulatif tertentu.

Sementara Bahlil, pada awal 2025 mengeluarkan kebijakan kontroversial berupa pelarangan penjualan LPG 3Kg di tingkat pengecer, sehingga menimbulkan kelangkaan di masyarakat dan memakan korban karena ada warga di Pamulang misalnya yang meninggal dunia karena kelelahan mengantri lama.

Menurut Ketua Dewan Direktur Lembaga Riset Ekonomi, Politik, dan Teknologi GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, dugaan-dugaan yang muncul di masyarakat terkait dengan ada upaya permainan tata kelola energi di antara elite-elite itu tak bisa langsung disimpulkan.

“Aku nggak ngerti ya kalau hubungannya dengan KAHMI ya, tapi kan Jusuf Kalla dan Bahlil kan sama-sama orang Golkar ya,”  ujar Syahganda kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Tapi pandangannya secara pribadi, sosok sekaliber JK sepertinya tidak mungkin merencanakan sesuatu untuk kepentingan pribadi, termasuk juga Bahlil yang kini berada di Kabinet Merah Puth.

“Tapi saya sih nggak melihat sampai bahwa mereka itu sedang berkonspirasi untuk urusan energi ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Syahganda kembali menegaskan bahwa wacana yang beredar di masyarakat soal potensi kenaikan harga BBM seharusnya dipercayakan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Apalagi, dia mengetahui Presiden Prabowo setidaknya telah memberikan jaminan di hadapan publik, bahwa soal BBM subsidi masih akan dilanjutkan hingga akhir tahun ini sehingga tidak ada kenaikan harga.

“Jadi memang saya nggak sampai melihat sejauh itu (konspirasi energi),” demikian Syahganda menambahkan.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya