Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Prabowo Harus Waspadai Manuver Menteri

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 10:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto diminta untuk mewaspadai dinamika di dalam koalisi pemerintahannya sendiri di tengah tekanan kondisi ekonomi yang kian berat.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa, menilai orang-orang di sekeliling Prabowo saat ini bukan sekadar mitra politik, melainkan juga aktor-aktor yang tengah menunggu momentum.

"Memang ya betul ada koalisi, tapi sekarang menurut saya koalisinya Pak Prabowo tuh juga lagi mengamati, lagi memperhatikan, kapan harus nikung di tikungan," kata Hensa, Kamis, 9 April 2026.


Ia bahkan menyebut ancaman itu tidak datang dari jauh. Untuk itu, menurutnya, Prabowo harus awas terkait sekelilingnya yang bisa saja menjadi lawan politik ke depannya.

"Harus hati-hati Pak Prabowo membaca teman-teman politiknya yang sebetulnya bisa jadi lawan politik, termasuk orang-orang yang dekat, misalnya yang dilantik bareng-bareng tuh," ujarnya.

Menurut Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu, situasi ini menuntut ketegasan dan kecermatan Presiden dalam menjaga soliditas internal, agar pemerintahan tidak tersandera oleh kepentingan politik jangka pendek. 

Jika tidak diantisipasi sejak dini, potensi manuver dari dalam koalisi bisa mengganggu stabilitas pemerintahan dan efektivitas pengambilan kebijakan di tengah tekanan ekonomi yang belum mereda.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya