Berita

Ilustrasi Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ABC News)

Dunia

Gencatan Senjata Runtuh: Selat Hormuz Terancam Terkunci Lagi

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 08:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru seumur jagung kini berada di jurang kegagalan. Hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan, eskalasi militer Israel di Lebanon memicu reaksi keras dari Teheran: Blokade total Selat Hormuz.

Langkah Iran menutup jalur nadi minyak dunia ini bukan sekadar gertakan, melainkan respons langsung atas agresi brutal yang meluluhlantakkan Lebanon dan mengancam stabilitas ekonomi global.

Laporan Al-Jazeera pada Kamis 9 April 2026  mencatat dampak mengerikan dari serangan udara Israel. 
Dalam operasi tanpa peringatan di kawasan padat penduduk, termasuk Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan, tercatat sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 orang menderita luka-luka.

Dalam operasi tanpa peringatan di kawasan padat penduduk, termasuk Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan, tercatat sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 orang menderita luka-luka.
Pemerintah Iran menuding Washington telah mengkhianati poin-poin kesepakatan. Perbedaan tafsir mengenai apakah konflik di Lebanon termasuk dalam perjanjian menjadi sumbu utama kekacauan ini. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan posisi negaranya melalui unggahan di platform X:

"Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola sekarang ada di tangan Amerika Serikat, dan dunia menunggu apakah mereka akan menepati komitmennya," tulisnya.

Selain masalah Lebanon, Parlemen Iran juga menuduh AS gagal memenuhi syarat krusial terkait kebijakan nuklir, yang membuat Iran merasa tidak lagi terikat pada perjanjian tersebut.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah mengirimkan gelombang kejut ke pasar global. Mengingat 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia melintasi jalur ini, gangguan sekecil apa pun akan memicu krisis ekonomi.

Gedung Putih mengecam penutupan Selat Hormuz sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan mendesak agar jalur tersebut segera dibuka kembali. Selat ini sangat krusial karena sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada ekonomi global.

Situasi semakin kompleks karena Iran disebut ingin memberlakukan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz, sesuatu yang selama ini tidak pernah terjadi karena jalur tersebut dianggap perairan internasional bebas. Rencana ini berpotensi memicu ketegangan baru dengan negara-negara Teluk yang juga bergantung pada jalur tersebut.

Meski ada klaim kemenangan dari kedua pihak, banyak hal dalam kesepakatan masih belum jelas, termasuk masa depan program nuklir dan rudal Iran. 
Sementara itu, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa mereka siap melanjutkan operasi militer kapan saja jika situasi memburuk. Hal ini membuat gencatan senjata yang ada saat ini semakin terlihat rapuh dan sewaktu-waktu bisa runtuh.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Ketika Republik Menjadi Rimba

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:15

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:04

Spanduk dan Baliho PSI Lebih Banyak dari Jumlah Kadernya

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:39

Warga Pulau Panggang Kekurangan Pasokan BBM

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:17

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:06

Jalan Buntu Reformasi

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:03

Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:43

Ancaman PHK di Depan Mata, Segera Percepat Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:12

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:41

Pengusaha Didorong Berkontribusi Tingkatkan SDGs Kalbar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:15

Selengkapnya